SURON.CO, Madiun – Siapa yang tak mengenal wingko. Jajanan tradisional itu hingga kini masih banyak diminati berbagai kalangan. Di tangan Dewi Sulistyani, warga Kota Madiun, jajanan yang berasa legit dan manis tersebut dikemas dengan cara berbeda.
Warga Jalan Kemiri, Kelurahan Kejuron itu mengemas wadah wingko hasil produksinya dengan besek. Sehingga terkesan ramah lingkungan. Dewi mengaku usaha tersebut mulai ditekuninya sejak enam bulan lalu. Dia belajar meproduksi jajanan asli Lamongan tersebut dari internet.
‘’Sebelumnya hanya untuk dikonsumsi sendiri. Tapi setelah mendapatkan respons yang bagus dari keluarga akhinya inisiatif untuk dijual,’’ kata Dewi.
Selain keunikannya menggunakan besek, wingko bikinan Dewi tidak menggunakan plastik atau kertas kue sebagai pembungkus. Tapi, dirinya memanfaatkan daun pisang agar cita rasanya awet. ‘’Selain itu, untuk mengukusnya juga menggunakan daun pandan supaya terkesan aroma gurih dan wangi,’’ ujarnya.
Saat ini, pemasaran produknya sudah merambah Tulungagung, Pasuruan, Surabaya, Magelang dan Jogja. ‘’Harganya dibandrol mulai dari per kemasan isi 12 biji seharga Rp 20 ribu. Sedangkan, yang berisi 15 biji dihargai Rp 25 ribu. Kemudian, yang isi 20 biji Rp 30 ribu,” bebernya. (*)

