SURON.CO, Sidoarjo – Bank Jatim Cabang Sidoarjo terus mendukung kegiatan yang berhubungan dengan pemerintah daerah. Telah banyak support yang diberikan Bank Jatim pada Pemkab Sidoarjo.
Seperti halnya pada kegiatan pembuatan lubang resapan biopori. Kemudian Sidoresik, pemberian insentif pada kader kesehatan, mlaku sarungan bareng bupati dan wakil bupati, sahabat UMKM, UMKM naik kelas dan lain sebagainya.
Bank Jatim juga mendukung program satu desa satu bank desa. Nantinya bank desa akan diwujudkan dalam bentuk Lakupandai dengan nama Agen Jatim. Lantas kegiatan seperti membayar pajak, setor atau transfer dapat dilakukan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Hal tersebut cukup positif karena dapat dijadikan sebagai pendapatan bagi setiap BUMDes.
Branch Manger Bank Jatim Cabang Sidoarjo Deddy Aji Wijaya mengatakan, hal tersebut memberi dampak baik bagi Bank Jatim. Karena bagaimanapun juga Bank Jatim kewalahan melayani seluruh desa yang berjumlah 353 desa. “Apa yang kami lakukan bagian dari memberdayakan masyarakat dan bersinergi dengan masyarakat,” ucapnya.
Agen Jatim juga membantu fungsi perbankan yang ada di desa. Adapun fungsi utama yang dapat dilakukan, yakni masyarakat dapat setor, transfer, membayar tagihan telpon, tagihan internet, PDAM, termasuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Jumlah penduduk Sidoarjo yang pada awal 2023 tercatat sebanyak 2,7 juta jiwa tidak mungkin dapat dilayani terpusat. Terlebih Bank Jatim mempunyai nasabah seperti aparatur sipil negara (ASN), pelaku UMKM, dan masyarakat. “Jadi pemerintahan ada, kemudian pelaku usaha dan masyarakat, jadi pilarnya Bank Jatim sudah ada disana,” ujarnya.
Bank Jatim melayani semua segmentasi mulai dari pelajar, ASN, UMKM, pengusaha menengah ke atas, perusahaan swasta hingga pemerintahan. Hanya saja Bank Jatim tidak melayani pemerintah desa. Meski begitu, Bank Jatim terus memberikan kontribusi positif bagi kegiatan desa. Salah satunya dukunganya terhadap program Sido Resik.
Deddy menyebut jika upayanya adalah untuk mengkolaborasikan dan mensinergikan pentahelix. Mulai pemerintahan, akademisi, komunitas UMKM dan dunia usaha. Sehingga kolaborasi pentahelix tersebut terus disinergikan. Sebagaimana tagline yang dimilki Bank Jatim. Yakni, Bank Pembangunan Daerah.
“Kita dukung betul pembangunan contohnya Sidoresik, Corporate Social Responsibility (CSR), jembatan penyeberangan seperti di Waru, terus lampu yang ada di Pondok Mutiara,” paparnya.(*)

