SURON.CO, Tulungagung – Suasana meriah tampak di Jalan Letjen Suprapto 54, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan-Kabupaten Tulungagung. Bagaimana tidak. Ratusan masyarakat Kabupaten Tulungagung mulai dari pelaku UMKM, pedagang kaki lima (PKL), pelaku seni budaya, dan masyarakat umum tumpah ruah di lokasi tersebut.
Ya, lokasi itu adalah Omah Adi Toegarisman, caleg DPR RI Dapil VI Jatim dari Partai Demokrat yang sedang menggelar panggung akhir tahun. Dalam panggung akhir tahun bersama sedulur Adi Toegarisman itu, masyarakat disuguhkan dengan pagelaran seni budaya khas Tulungagung, yakni tari reog kendang dan kesenian jaranan.
Menurut Adi Toegarisman, alasannya mengisi panggung akhir tahun dengan pagelaran kesenian jaranan adalah untuk memberikan edukasi pada masyarakat bahwa kesenian jaranan memiliki filosofi yang tinggi. Selain itu, dirinya juga meyakini bahwa kesenian jaranan mengandung makna perjuangan yang mendalam dalam tradisi budaya Kabupaten Tulungagung.
“Kader Partai Demokrat harus memahami makna yang terkandung dalam kesenian tradisional atau kesenian khas Tulungagung,” kata Adi Toegarisman.
Dia menambahkan, panggung akhir tahun digelarnya mengusung tema Swara Budaya Seduluran Bareng Rakyat.
Dengan adanya panggung akhir tahun, dirinya mengajak seluruh kader Partai Demokrat Kabupaten Tulungagung untuk merenungkan filosofi kesenian jaranan sebagai penyemangat untuk terus memperjuangkan nasib rakyat melalui partai berlogo bintang mercy itu.
“Saya berkomitmen untuk memperjuangkan pengembangan kesenian tradisional khas masyarakat Tulungagung di seluruh Indonesia,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Adi juga mengajak para kader Partai Demokrat yang sudah menjadi wakil rakyat untuk memprioritaskan program pengembangan kesenian tradisional di daerahnya masing-masing.(*)

