SURON.CO Kediri – Jelang operasional Bandara Internasional Dhoho Kediri pada 15 Januari 2024 mendatang, berbagai persiapan terus dikebut. Salah satunya adalah persiapan untuk produk UMKM oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Kopusmik).
Produk UMKM tersebut rencananya akan dijual di Bandara Internasional Dhoho untuk mengisi tiga stan yang telah disiapkan Pemkab Kediri. Tiga stan khusus UMKM itu nantinya akan digunakan oleh puluhan pelaku usaha di wilayah Kabupaten Kediri dan sekitarnya.
Kepala Dinas Kopusmik Kabupaten Kediri Mamiek Amiyati mengatakan, sedikitnya akan ada 60 UMKM yang ikut dalam stan tersebut. “Mereka bisa menjual produknya di tiga stan yang telah disiapkan,” tutur Mamiek.
Lebih lanjut, Mamiek menjelaskan bahwa puluhan UMKM tersebut akan dibedakan dalam tiga kategori. Yakni craft atau kerajinan tangan, aneka olahan kopi, serta makanan dan minuman. Mamiek juga memperjelas, jika UMKM dalam bentuk craft harus memuat identitas dan nuansa Kabupaten Kediri.
Hal tersebut bertujuan agar para wisatawan dan turis yang berkunjung dapat lebih mengenal Kabupaten Kediri. “Untuk barang craft yang dijual akan dibuat yang Kediri banget,” ucap Mamiek.
Selain itu, Mamiek pun mengunggulkan sektor kopi di Kabupaten Kediri yang dinilai memiliki potensi emas. “Kediri akan memaksimalkan potensi untuk biji kopi,” tuturnya.
Diketahui sebelumnya, Kabupaten Kediri memiliki ratusan hektare perkebunan kopi di lereng Gunung Wilis dan Kelud. Di antaranya adalah kopi Robusta 423 hektare, kopi Arabika 48 hektare, dan kopi Ekselsa 83 hektare.
Sementara terkait stand di bandara, kepala Dinas Kopusmik Kabupaten Kediri mengatakan, stan UMKM di Bandara Dhoho telah siap secara garis besar. Meski demikian, Mamiek mengaku ada beberapa revisi desain yang dianjurkan oleh Bupati Dhito. “Untuk desain tempat akan sedikit revisi lagi. Sudah kami komunikasikan,” sebut Mamiek.(*)

