SURON.CO, Banyuwangi – Selain tersohor dengan keberagaman budaya dan pesona alamnya yang memukau, Kabupaten Banyuwangi juga dikenal akan kesuksesannya dalam menarik wisatawan untuk berkunjung ke Bumi Blambangan.
Tentu keberhasilan tersebut tak luput dari peran kerja keras Pemkab Banyuwangi. Dibawah kepemimpinan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, pihaknya menginstruksikan seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk terlibat dalam meningkatkan kunjungan wisata.
Cara tersebut merupakan salah satu upaya Pemkab Banyuwangi dalam mempromosikan potensi-potensi yang ada di Bumi Blambangan dan mendongkrak perekonomian melalui pariwisata.
Kali ini, salah satu instansi pemerintah yang terus aktif mempromosikan wisata di Banyuwangi adalah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, menggelar kegiatan menularkan virus kreatif dalam membuat konten di media sosial (medsos) untuk menarik wisatawan.
Salah satunya acara Banyuwangi Creative Hub bertajuk Workshop Pengelolaan Media Sosial & Promosi Pariwisata. Dengan dihadiri puluhan pengelola destinasi wisata dan industri kreatif, kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Disbudpar Banyuwangi M. Yanuar Bramuda melalui Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Ainur Rofiq.
Dalam paparannya, Rofiq sapaan akrabnya, menjelaskan terkait data pengguna medsos di dunia. Menurutnya, berdasarkan data survei We Are Social, pada tahun 2023 pengguna media sosial di Indonesia mencapai angka 167 Juta orang.
“Ratusan juta pengguna medsos ini telah menjadi bagian dari lifestyle. Maka dari itu, sangat disayangkan apabila tidak kita gunakan sebagai sarana promosi (produk UMKM dan wisata) yang dapat meningkatkan wisatawan,” katanya, Jumat (12/1).
Melalui kegiatan ini, diharapkan selain menambah wawasan pengetahuan para peserta tentang membuat konten untuk menarik wisatawan ke Banyuwangi,. Tapi jangka panjangnya juga berdampak pada masyarakat. Karena semakin meningkatnya jumlah pengunjung ke Bumi Blambangan akan berdampak pula pada perputaran ekonomi di masyarakat.
Untuk memastikan wawasan benar-benar berbobot, Disbudpar Banyuwangi menghadirkan tim konten vieio dan foto dari Disbudpar Banyuwangi, yaitu Ahmad Riski Fauzi. Untuk desain grafis materi disampaikan oleh Erwin Prastyo dan Yudhi Anjar Prakoso menjelaskan pengelolaan medsos.
Pada kesempatan kali ini, Riski sapaan akrabnya memaparkan terkait membuat vidio dan foto. Dengan bekal basic sebagai konten kreator, pihaknya mengajarkan pengambilan foto dan vidio ala medsos. Selain itu, Riski juga mengajarkan cara mengedit vidio secara praktis dan simple melalui aplikasi VN dan CupCut.
Kemudian, Erwin Prastyo mengenalkan penggunaan beberapa website Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan grafis yang dikombinasikan dengan Canva (aplikasi desain grafis).(*)

