SURON.CO, Malang – Pemkot Malang menegaskan komitmennya dalam memperkuat eksistensi sektor UMKM. Langkah strategis diambil dengan menyediakan berbagai layanan dan fasilitas. Termasuk kemudahan perizinan, pelatihan peningkatan keterampilan, pengembangan produk, hingga tahap pemasaran.
Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Farid Suaidi mengatakan bahwa pihaknya telah merancang program yang memungkinkan pelaku UMKM memasarkan produknya secara lebih luas.
“Harapannya kan ada pemerataan UMKM khususnya dalam memasarkan produknya. Kita banyak memiliki UMKM yang berada di bawah naungan komunitas dan juga asosiasi. Tapi juga banyak UMKM yang tidak masuk komunitas dan asosiasi, ini kami yang harus akomodir semuanya,” ujar Farid.
Menyikapi pertumbuhan positif sektor UMKM di Kota Malang, yang mencapai 5.000 unit pada tahun 2023 kemarin. Farid mengakui adanya tantangan yang kerap dihadapi oleh pelaku UMKM lokal. Salah satunya yakni kesulitan dalam hal pemasaran, terutama ketika bertransisi dari penjualan offline ke online.
“Pasti ujung-ujungnya kendala UMKM adalah pemasaran. Kita ada pemasaran online dan offline, ketika mereka sudah proses pemasaran melalui online, mereka mengharapkan pemasaran offline bisa lebih banyak lagi. Jadi menginginkan kesetaraan hasil penjualan antara online dan offline,” terang Farid.
Untuk mengatasi keresahan tersebut, Farid menjelaskan bahwa Diskopindag telah merancang suatu program, agar para pelaku UMKM dapat terlibat aktif melalui pameran yang digelar baik di dalam maupun luar Kota Malang.
Selain itu, upaya untuk mendorong geliat UMKM, menurutnya juga ditunjukan dengan adanya program Kamis Mbois Ilakes, yang diinisiasi oleh Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Dalam hal ini, program Kamis Mbois Ilakes (Red-Bahasa Malangan: Keren Sekali) mewajibkan ASN Kota Malang untuk menggunakan produk-produk UMKM lokal khusus pada hari Kamis.
“Kami sediakan tempat, kemudian sering melakukan pameran juga. Karena keterbatasan juga, tidak mungkin semua dilibatkan ke pameran. Akhirnya semua kita gilir dan gantian. Tapi yang pasti terkait perizinan legalitas produk, kemasan, saya sampaikan bahwa Kota Malang itu sudah paling bagus,” tuturnya.(*)

