SURON.CO, Sidoarjo – Menjadi pelaku UMKM Sidoarjo bukan hanya tentang bisnis. Tetap ada tujuan lain di baliknya. Seperti pemilik butik Venza, Wiwid Jumrotul Ula. Dikenal sebagai fashion designer yang berdedikasi pada produksi fashion custom, Venza mampu memikat hati pelanggan baik secara online maupun offline.
Wiwid menceritakan, lebih dari satu dasawarsa, karya-karya Venza seperti kebaya, gaun, dress, busana muslimah, tenun, songket, jumputan, eco-print, dan batik telah merambah berbagai wilayah Indonesia dan mancanegara.
Venza menjadi pelopor dalam melestarikan busana wastra berbahan batik, tenun, ecoprint, dan kain-kain hand made dengan proses produksi yang menjunjung tinggi konsep home industri.
Dalam fokusnya saat ini, Wiwid menciptakan busana wastra dengan kombinasi bordir dan aplikasi hand made. Sebagai penerus warisan agung leluhur, dia berkomitmen melestarikan kekayaan hasanah Nusantara melalui seni busana wastra. “Motifnya merefleksikan keindahan alam, keberagaman, nilai sosial, budaya, kehidupan, dan spiritualitas,” ujar Wiwid.
Harga produk yang terjangkau, dengan biaya jahit mulai dari Rp 400 ribu membuat Venza menjadi pilihan utama bagi pecinta fashion yang menghargai kualitas.(*)

