SURON.CO, Surabaya – UMKM naik kelas menjadi salah satu program andalan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam pemerintahannya sejak terpilih pada tahun 2019 lalu. Program ini digadang-gadang sebagai salah satu program yang mampu menjawab permasalahan sosial di Surabaya.
Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti mengatakan, UMKM naik kelas masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). “Dalam RPJMD ini, pemkot punya lima misi untuk pembangunan di Surabaya. Yang pertama adalah faktor ekonomi,” kata Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astutik.
Reni memaparkan, pembangunan dalam faktor perekonomian ini, salah satu turunannya adalah program UMKM naik kelas. Dalam rencana pembangunan menengah daerah itu, ada target 30 ribu UMKM naik kelas. Artinya, pergerakan UMKM Surabaya ini sudah bisa menyentuh pasar-pasar baru untuk go internasional.
“Terkait dengan UMKM naik kelas ini, pemerintah harusnya sudah bisa memaping, mana saja UMKM yang sudah mandiri dan mana yang masuk kategori kurang. Artinya butuh intervensi yang tepat,” ucapnya.
Legislator PKS ini menambahkan capaian-capaian terkait pembangunan ekonomi ini perlu disampaikan. Sehingga, progres pembangunannya bisa dipantau penuh.
Ketika ternyata ada yang kurang maksimal, bisa dievaluasi bersama agar intervensinya bisa lebih tepat sasaran. “Ini belum lagi yang terkait 100 ribu lapangan kerja baru. Kemudian program 10 ribu pengusaha baru. Ini misi pemerintah dalam bidang ekonomi di Surabaya,” ujarnya.(*)

