SURON.CO, Surabaya – Pelaku UMKM di era kekinian perlu mengembangkan sayap di dunia digital supaya menjangkau lebih luas pasar potensial. Pasalnya, perkembangan pesat teknologi informasi menjadi tantangan sekaligus peluang yang bisa dimanfaatkan optimal.
Pesan ini mengemuka dalam kegiatan Workshop Sinergitas Penguatan Usaha KUKM yang digelar oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Jawa Timur yang digelar berkolaborasi dengan anggota Komisi B DPRD Jatim Agatha Retnosari.
Berlangsung di Hotel Movenpick Surabaya, kegiatan ini diikuti oleh puluhan pelaku industri kreatif yang mayoritas merupakan emak-emak Surabaya. “Perubahan teknologi sekarang begitu cepat, mengharuskan UMKM untuk terus beradaptasi. Sehingga, penting untuk UMKM go digital,” kata Agatha di sela pelatihan.
Agatha menyebut hal ini penting. Apalagi, pemerintah telah menargetkan pada tahun ini sebanyak 30 juta pelaku UMKM bisa go digital. Saat ini baru ada 8 persen dari sekitar 59 juta yang sudah masuk ke dunia digital.
Kondisi ini pun membuat Agatha begitu mendorong agar pelaku UMKM bisa naik kelas, termasuk para pelaku UMKM di Surabaya. Pentingnya pelaku UMKM mengoptimalkan dunia digital juga lantaran sistem online tidak mengenal batas wilayah dan dapat menekan biaya promosi karena siapapun bisa mengakses media sosial.
Menurut Agatha, hal ini harus disadari betul sebagai sebuah peluang menjanjikan. Jika tidak dimanfaatkan maka sektor digital hanya akan diisi oleh pelaku industri besar yang dalam beberapa tahun belakangan mulai merambah sistem online.
“Kenapa pelaku UMKM tidak melakukan hal yang sama. Paling tidak dengan membuat sosmed untuk promosi produk, saya yakin akan menambah omzet,” jelas politisi PDI Perjuangan ini.
Workshop ini memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM untuk bagaimana memanfaatkan secara optimal sosial media. Bagaimana melihat tren kekinian sehingga bisa membuat konten promosi di medsos hingga viral dan menjangkau banyak pengguna.(*)

