Minke.id – Kabupaten Bojonegoro kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bojonegoro sukses mengikuti Middle East Organic and Natural Product Expo (Halal Trade Expo) Dubai 2024 di World Trade Center Dubai, Uni Emirat Arab. Keikutsertaan ini menjadi langkah besar dalam mengenalkan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Bojonegoro ke pasar global.
Pj Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro, Dian Adiyanti Adriyanto, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pencapaian yang telah diraih. Menurutnya, Dekranasda sebagai mitra pemerintah berperan penting dalam membantu, membina, serta mengembangkan kerajinan lokal agar tetap eksis dan bernilai budaya tinggi.
“Dekranasda berupaya mengangkat martabat kerajinan sebagai karya seni dan ekonomi yang bernilai tinggi. Oleh karena itu, kami menggandeng berbagai sektor, seperti perindustrian, koperasi, perdagangan, dunia usaha, dan perbankan untuk mendukung pengembangan UMKM Bojonegoro,” ujarnya.
Keberhasilan Bojonegoro dalam menembus pasar internasional tidak terjadi secara instan. Sejak awal, Dekranasda aktif mengikuti berbagai pameran lokal, regional, nasional, hingga internasional untuk memperkenalkan produk unggulan daerah.
Sejumlah pameran yang telah diikuti Dekranasda Bojonegoro sepanjang 2024 antara lain, Pameran Inacraft Jakarta (Februari & Oktober 2024), Pameran Kriyanusa Jakarta (Mei 2024), Pameran Indonesia Tourism & Trade Investment Expo Batam (Oktober 2024), Pameran Jatim Fest Surabaya (Oktober 2024), Pameran Batik Fashion Fair Surabaya (November 2024), Pekan Batik Nusantara Pekalongan (Desember 2024), dan Pameran dalam kunjungan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Surakarta & Surabaya.
Setelah serangkaian pameran nasional tersebut, akhirnya Bojonegoro menjadi satu-satunya wakil Indonesia di Halal Trade Expo Dubai 2024, yang diikuti oleh lebih dari 70 negara.
Berbagai produk unggulan dari Bojonegoro dipamerkan di Dubai, seperti, batik dan kain lukis, kerajinan kayu jati, Produk rajut, minuman herbal (teh daun kelor, bunga telang, jahe sere kunyit, teh rosela), dan camilan khas Bojonegoro.
Antusiasme pengunjung di stand Bojonegoro sangat tinggi, dengan rata-rata 60 pengunjung per hari dari berbagai negara. Beberapa produk bahkan berhasil menarik minat potential buyers, salah satunya Marlon dari Filipina, yang langsung melakukan tindak lanjut bisnis setelah expo berakhir. Hingga kini, tiga potential buyers masih dalam tahap negosiasi untuk menjalin kerja sama dengan UMKM Bojonegoro.
Dua media asing ternama, Biz Today International dan Gulf Today, juga meliput kehadiran Bojonegoro di expo ini.
Keberhasilan Bojonegoro dalam pameran ini tidak lepas dari dukungan penuh Konjen RI di Dubai, Denny Lesmana. Dalam kunjungannya ke stand Bojonegoro, ia menyampaikan apresiasi dan siap membantu lebih banyak daerah di Indonesia agar bisa mengikuti pameran internasional di Dubai.
Selain itu, ITPC (Indonesian Trade Promotion Centre) di Dubai, Muhammad Khumaini, juga memberikan dukungan penuh dan mengapresiasi Bojonegoro sebagai satu-satunya daerah Indonesia yang ikut serta dalam expo ini.
Sebagai bentuk sinergi lebih lanjut, Tim Bojonegoro berkesempatan menggelar Fashion Show Batik dan Kain Lukis Bojonegoro di Hotel Crown Plaza Dubai, yang dihadiri oleh perwakilan dari 10 negara asing.
Selama tahun 2024, Dekranasda Bojonegoro telah mengukir berbagai prestasi, di antaranya, Best of the Best Element Jawa Timur di Jatim Fest 2024, Juara I Stand Terbaik di Pekan Batik Nusantara 2024, Pekalongan, Juara I Desain Stand Terbaik di Batik Fashion Festival 2024, Surabaya, Juara Harapan II Stand Terbaik di Ngawi Nusantara Ekraf Festival 2024, dan Pengakuan Krupuk Klenteng (Krupuk Abang Ijo) sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
Dian Adiyanti Adriyanto berharap, keberhasilan ini menjadi momentum bagi UMKM Bojonegoro untuk semakin berkembang di kancah internasional.
“Harapan kami, produk-produk UMKM Bojonegoro semakin dikenal luas dan mampu bersaing di pasar global. Kami akan terus mendorong inovasi, peningkatan kualitas, serta penguatan branding agar produk lokal bisa memiliki daya saing tinggi,” pungkasnya.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah, stakeholder, dan masyarakat, Bojonegoro semakin siap membawa produk UMKM-nya go global dan memperkuat posisinya di pasar internasional.

