Minke.id – Pemerintah Kota Madiun terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar internasional. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), kini Pemkot memberikan fasilitas pengemasan berstandar internasional secara gratis bagi UMKM lokal yang telah lolos kurasi.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Wali Kota Madiun, Dr. Maidi, untuk menjadikan produk unggulan daerah mampu bersaing di pasar global.
“Packing untuk sambel, abon, dan lainnya kita buat siap ekspor. Bagi UMKM yang berminat bisa mendaftar, kita fasilitasi gratis,” ujar Maidi.
Melalui fasilitas ini, berbagai produk kuliner khas Madiun seperti pecel, rendang, sambel cumi, dan abon kini dikemas dalam bentuk kaleng higienis dan tahan lama, sesuai standar ekspor internasional. DKPP juga memastikan bahan baku yang digunakan telah memenuhi standar ketahanan pangan yang ketat.
Program ini tidak hanya mencakup pengemasan, tetapi juga pendampingan menyeluruh—mulai dari pelatihan teknis, penggunaan alat packing modern, hingga bimbingan standar kesehatan pangan.
“Kita siapkan semuanya, dari peralatan, standar kesehatan, hingga bimbingan. Tinggal bagaimana pelaku usaha serius dan konsisten,” tambah Maidi.
Sejak tahun lalu, DKPP telah aktif memberikan pelatihan dan pendampingan kepada UMKM. Hasilnya, sebanyak 25 UMKM kini telah memiliki produk yang siap ekspor, dengan kualitas kemasan yang mampu bersaing secara global.
Langkah strategis ini menjadi bagian dari misi Pemkot Madiun untuk menjadikan kota ini sebagai pusat inovasi UMKM di Jawa Timur, sekaligus motor penggerak kebangkitan ekonomi lokal pasca pandemi.

