Minke.id – Siapa tak kenal onde-onde, jajanan tradisional khas Indonesia berbentuk bulat dengan isian kacang hijau dan balutan biji wijen? Meskipun mudah ditemukan di berbagai daerah, Onde-onde Bu Jaka yang berada di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Nangkaan, Bondowoso, telah menjelma menjadi ikon kuliner lokal yang wajib dicicipi jika berkunjung ke kota Tape ini.
Dijajakan dari lapak mungil berukuran 1×2 meter di dekat jembatan, kelezatan onde-onde Bu Jaka mampu menembus batas kota. Pelanggan dari berbagai wilayah di Jawa Timur bahkan rela antre dan memesan dari jauh hari, termasuk dalam bentuk mentah yang siap goreng.
Usaha ini bermula dengan sederhana. Ahmad Fauzi, pemilik onde-onde Bu Jaka, dulu hanya menitipkan jajanan ini ke pedagang sayur. Resep awalnya pun berasal dari sang ponakan. Namun dengan ketekunan dan inovasi bersama sang istri, ia mulai memperbaiki rasa dan tekstur onde-onde.
“Kami dulu jualan pakai rombong, pindah-pindah. Sampai resep benar-benar pas, saya terus minta masukan dari pelanggan. Mereka yang bantu kami bertumbuh,” kenang Ahmad.
Kini, ia mempekerjakan lima ibu rumah tangga dari sekitar rumah untuk membantu produksi. Setiap harinya, onde-onde Bu Jaka bisa terjual hingga 1.500 biji, dan meningkat menjadi 2.000 biji saat akhir pekan atau hari libur.
Meski produksinya besar, Ahmad dan istrinya tetap menjaga standar kualitas tinggi. Sang istri tetap bertanggung jawab penuh atas racikan adonan dan isian kacang hijau.
“Mereka hanya membentuk bola onde-onde, tapi takarannya harus tepat. Kalau tidak, kami sortir ulang. Konsistensi adalah kunci,” tegas Ahmad.
Harga onde-onde saat ini adalah Rp 2.000 per biji, naik dari harga awal Rp 1.000. Kenaikan ini disesuaikan dengan harga bahan baku seperti minyak, kacang hijau, dan tepung ketan.
Bukan hanya warga lokal yang mencintai onde-onde Bu Jaka. Banyak pelanggan dari luar kota rutin memesan untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh khas Bondowoso.
“Mereka biasanya telepon dulu. Pesan onde-onde matang dan mentah per dos. Sudah seperti langganan tetap,” ujar Ahmad.
Menurut pelanggan, onde-onde Bu Jaka memiliki keunikan rasa: manis yang pas, tekstur lembut namun tidak keras, dan isian kacang hijau yang melimpah. Sensasi “nyes” saat digigit membuatnya digemari lintas generasi.
“Kalau ke Bondowoso, rasanya belum lengkap kalau belum mampir ke onde-onde Bu Jaka. Rasanya khas banget,” ujar salah satu pelanggan.
Dengan semangat mempertahankan warisan kuliner Indonesia dan memberdayakan warga sekitar, onde-onde Bu Jaka telah membuktikan bahwa usaha kecil bisa besar berkat ketekunan, kualitas, dan loyalitas pelanggan. Kini, ia tak sekadar menjual camilan, tapi juga menghadirkan cita rasa yang menyatukan memori, tradisi, dan rasa cinta akan makanan lokal.

