Minke.id – PT Bank Mega Syariah terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor UMKM. Hingga Maret 2025, bank syariah ini mencatat penyaluran pembiayaan kepada segmen business banking UMKM mencapai Rp 416,9 miliar. Angka ini tumbuh 6,80% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 390,4 miliar.
Pertumbuhan pembiayaan UMKM ini sejalan dengan rencana bisnis Bank Mega Syariah tahun 2025 yang menargetkan peningkatan outstanding pembiayaan kepada sektor akar rumput (grassroot) perekonomian nasional.
“Peningkatan ini menjadi strategi kami untuk mengantisipasi kondisi ekonomi global yang saat ini mengalami perlambatan,” ungkap Hanie Dewita, Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah, pada Selasa (13/5/2025).
Menariknya, rasio pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Financing (NPF) pada sektor UMKM berhasil ditekan hingga 41,2% secara tahunan (YoY) pada Maret 2025. Penurunan ini mencerminkan efektivitas pendekatan selektif Bank Mega Syariah dalam menyalurkan pembiayaan.
“Kami sangat berhati-hati dalam memberikan pembiayaan, sehingga kualitas pembiayaan terjaga dengan baik,” tambah Hanie.
Ke depan, Bank Mega Syariah akan tetap selektif dalam menyalurkan pembiayaan, mengingat potensi stagnasi ekonomi nasional. Empat sektor akan menjadi fokus utama, yaitu jasa kesehatan (rumah sakit), pendidikan, perdagangan, serta Informasi data & teknologi informasi (IT).
Meski begitu, Bank Mega Syariah tetap membuka peluang pembiayaan untuk sektor lain yang masih sesuai dengan profil risiko (risk appetite) bank.
Selain membidik sektor-sektor strategis, Bank Mega Syariah juga akan memperkuat portofolio pembiayaan kepada nasabah existing business banking UMKM, khususnya yang memiliki omset tahunan maksimal Rp 50 miliar dan kondisi keuangan yang sehat.
“Strategi top up portofolio akan kami dorong untuk memperkuat UMKM yang sudah terbukti memiliki potensi pertumbuhan,” tutup Hanie.

