Minke.id – Pemerintah Kabupaten Jember terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Salah satu langkah strategis yang tengah dikembangkan adalah program pembangunan street food di sekitar Alun-Alun Jember, tepatnya di sepanjang Jalan RA Kartini.
Program ini mendapat respons positif dari berbagai pihak, termasuk pengamat UMKM lokal, Alifian Rizzalul Ahmad. Ia menyebut, kebijakan ini bukan hanya menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap pelaku UMKM dan pedagang kaki lima (PKL), tetapi juga sejalan dengan peraturan nasional.
“Jelas saya mendukung program itu, apalagi jika berbicara soal UMKM dan PKL. Artinya Pemkab memang peduli dengan pedagang,” ujar Alifian yang akrab disapa Fian, Sabtu (24/5).
Lebih lanjut, Fian menilai program street food Jember ini selaras dengan amanat Perpres Nomor 125 Tahun 2012, yang mewajibkan pemerintah daerah untuk menyediakan lokasi yang layak bagi PKL.
Namun, ia mengingatkan agar Pemkab Jember juga memperhatikan aspek Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam menjalankan program ini. Menurutnya, perlu ada regulasi yang memungkinkan kontribusi langsung dari PKL terhadap PAD, misalnya melalui sistem retribusi resmi.
“Selama ini, keberadaan UMKM dan PKL belum banyak berkontribusi terhadap PAD. Jika diatur dengan regulasi, mereka bisa menyumbang dan tidak lagi dianggap mengganggu,” tambahnya.
Manfaat ganda dari program street food ini, kata Fian, adalah terciptanya ketertiban, rasa aman, dan kejelasan alur retribusi. “Pedagang jadi nyaman berjualan, dan pemerintah juga mendapat kontribusi yang jelas,” ujarnya.
Fian juga menyoroti contoh dari daerah lain seperti Kota Magelang, yang telah menerapkan Perda untuk menata dan mengoptimalkan kontribusi PKL terhadap PAD. Ia berharap Jember bisa melakukan studi banding dan mengadopsi kebijakan serupa.
“Kalau daerah lain bisa, kenapa Jember tidak? Ini saatnya kita menata PKL secara legal dan strategis,” tutupnya.
Diketahui sebelumnya, Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan bahwa pembangunan street food di Alun-Alun Jember merupakan bagian dari program unggulan untuk menghidupkan ekonomi kota melalui UMKM dan PKL.

