Minke.id – Desa Rangkah Kidul, Kecamatan Sidoarjo, menjadi sorotan positif berkat pendampingan Tim Pengabdian Masyarakat (Abdimas) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) dalam mengembangkan UMKM sektor perikanan. Dipimpin oleh Dr. Atikha Sidhi Cahyana, ST., MT., tim ini hadir langsung membantu pelaku usaha di tengah tantangan berat pascapandemi Covid-19.
Dengan luas sekitar 2.383 hektare dan populasi lebih dari 4.600 jiwa, Desa Rangkah Kidul memiliki potensi ekonomi lokal yang besar, terutama melalui Borg 3 Pasar Ikan Sidoarjo. Pasar ini menjadi pusat aktivitas pengolahan dan distribusi ikan yang dikelola oleh Erma Agustin bersama 11 karyawan.
Namun sejak pandemi melanda, penurunan permintaan pasar luar daerah memukul aktivitas UMKM ikan secara signifikan. Penurunan tajam dalam permintaan berdampak pada penurunan pembuatan Surat Keterangan Asal Ikan dari 3–4 kali sehari menjadi hanya 1–2 kali seminggu. Akibatnya, banyak ikan hasil tangkapan tidak terjual dan terbuang sia-sia.
Melihat permasalahan tersebut, Tim Abdimas Umsida memperkenalkan metode forecasting berbasis moving average, sebuah pendekatan kuantitatif sederhana namun efektif untuk memprediksi kebutuhan bahan baku berdasarkan permintaan terkini.
Dengan metode ini, UMKM perikanan Desa Rangkah Kidul dapat menyesuaikan stok bahan baku dengan kebutuhan pasar secara akurat, sehingga mencegah pemborosan, mengurangi limbah, dan menjaga kestabilan omzet.
“Pendekatan forecasting ini bisa mencegah ikan membusuk dan memperbaiki rantai pasok UMKM lokal,” jelas Atikha.
Tak hanya soal bahan baku, pendampingan juga menyasar penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Tim menyusun uraian jabatan serta standar pekerjaan bagi karyawan, lalu memberikan pelatihan soft skill seperti Komunikasi efektif, Kepemimpinan, Negosiasi, dan Penyusunan proposal bisnis digital.
Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme pelaku UMKM sekaligus membekali mereka menghadapi era bisnis digital dan berbasis teknologi.
Atikha menegaskan bahwa langkah pendampingan ini menjadi strategi untuk memulihkan ekonomi warga pascapandemi sekaligus mendorong tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) poin 8, yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
“Kami ingin UMKM di sektor perikanan menjadi lebih adaptif, strategis, dan siap bersaing secara berkelanjutan,” ujarnya.

