Minke.id – Ribuan produk UMKM Kota Batu terus tumbuh subur, menjadi penopang ekonomi daerah bersama sektor pariwisata dan pertanian. Namun, masih banyak pelaku UMKM yang terkendala dalam hal pemasaran produk dan efisiensi usaha.
Menjawab tantangan tersebut, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu menggandeng Fakultas Teknologi Pangan (FTP) Universitas Brawijaya (UB) melalui Program Mahasiswa Membangun Mitra (3M). Kolaborasi ini diharapkan memperkuat daya saing UMKM melalui pendekatan teknologi, manajerial modern, dan pemasaran digital.
“Keterlibatan mahasiswa bukan hanya kegiatan akademik. Ini bentuk kontribusi nyata dalam menggerakkan ekonomi lokal,” ujar Aries Setiawan, Kepala Diskumperindag Kota Batu, Minggu (13/7).
Dalam pelaksanaan program 3M, mahasiswa FTP UB terjun langsung ke lapangan untuk mendampingi 93 UMKM lokal Kota Batu. Fokus pendampingan mencakup:
- Penguatan proses produksi pangan lokal
- Pencatatan keuangan usaha
- Implementasi pemasaran digital
- Pengembangan kapasitas SDM UMKM
“UMKM kita masih banyak yang tradisional. Kehadiran mahasiswa bisa menjadi akselerator transformasi, termasuk digitalisasi yang sangat dibutuhkan,” tambah Aries.
Kolaborasi ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan usaha dan penyerapan tenaga kerja, serta ikut menurunkan angka kemiskinan di Kota Batu.
Dekan FTP UB, Prof. Yusuf Hendrawan, menyampaikan bahwa Program 3M merupakan bagian dari kurikulum strategis universitas yang menyatukan pengabdian, riset, dan inovasi langsung di lapangan. Ia menekankan bahwa UMKM dipilih karena perannya yang signifikan terhadap PDB nasional (61%) dan penyerapan tenaga kerja (97%).
“Dengan semangat ‘Bersama Mahasiswa, UMKM Berkarya’, kami ingin lahirkan inovator muda yang mampu memberi dampak nyata bagi pembangunan ekonomi daerah,” tegas Yusuf.
Menuju Ekosistem Ekonomi Lokal yang Berkelanjutan
Program 3M di Kota Batu ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku UMKM dapat membentuk ekosistem ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan digitalisasi dan inovasi yang dibawa mahasiswa, UMKM di Kota Batu diharapkan dapat naik kelas, lebih adaptif terhadap perubahan zaman, serta mampu bersaing di pasar regional maupun nasional.

