Minke.id – Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan yang sedang melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menggencarkan edukasi dan pendampingan digitalisasi kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Fokus utama mereka adalah memperkenalkan dan membantu penggunaan sistem pembayaran digital QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
Salah satu kegiatan pendampingan dilakukan oleh Kelompok KKN 09 di Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, pada Minggu (13/7). Para mahasiswa terjun langsung ke lapangan dengan metode door to door, memberikan bimbingan tentang cara registrasi dan penggunaan QRIS untuk transaksi usaha.
“Kami ingin memastikan UMKM tidak tertinggal dalam arus digitalisasi. QRIS adalah solusi praktis yang kini menjadi pilihan utama generasi muda dalam bertransaksi,” ujar Moh Farhan Hadi, Ketua Kelompok KKN 09 UTM Bangkalan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya memberikan edukasi lisan, tetapi juga membagikan brosur digital, mendemonstrasikan cara kerja aplikasi pembayaran, hingga membantu proses registrasi QRIS. Proses ini dilakukan melalui kerja sama dengan MPStore Bangkalan, penyedia teknologi yang telah mendukung jutaan UMKM di Indonesia.
“Dengan menggunakan aplikasi MPStore, kami bisa langsung membantu pelaku usaha mengisi data dan menyelesaikan verifikasi QRIS,” jelas Farhan.
Setelah verifikasi selesai, pelaku UMKM akan mendapatkan kode QRIS yang dapat digunakan untuk menerima pembayaran dari berbagai aplikasi dompet digital seperti OVO, DANA, GoPay, dan lainnya.
Program ini mendapat sambutan positif dari pelaku usaha lokal. Salah satunya Sa’i, pemilik toko kelontong di Desa Waru Barat. Ia mengaku senang dengan pendampingan yang diberikan oleh mahasiswa KKN UTM.
“Sekarang banyak pelanggan yang tanya, ‘Bisa bayar pakai QRIS nggak?’. Jadi saya juga ingin ikut pakai QRIS agar tidak ketinggalan zaman,” ujarnya dengan semangat.
Program ini mendukung tema KKN UTM 2025, yaitu “Pemberdayaan Masyarakat Menuju Desa Mandiri Sejahtera di Era Digital”. Literasi digital seperti ini dinilai penting untuk mendorong transformasi ekonomi desa.
Wakil Bupati Pamekasan, Sukriyanto, mengapresiasi inisiatif mahasiswa UTM dalam mengedukasi pelaku usaha kecil.
“Peran aktif mahasiswa dalam mengenalkan transaksi elektronik sangat membantu program Pemkab Pamekasan dalam memperluas inklusi keuangan,” ujar Sukriyanto.
Dengan digitalisasi transaksi melalui QRIS, para pelaku UMKM di desa kini punya kesempatan lebih luas untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih modern. Pendampingan seperti ini diharapkan menjadi model edukasi berkelanjutan bagi wilayah lain.

