Minke.id — Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) turut berpartisipasi aktif dalam KUKKM Expo Jatim ke-12 yang digelar di Atrium Royal Plaza Surabaya mulai 31 Juli hingga 3 Agustus 2025.
Kegiatan ini menjadi panggung strategis bagi UMKM Tuban untuk memamerkan produk unggulan dan memperluas akses ke pasar digital maupun ekspor internasional.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, expo ini mengusung tema “Penguatan Produk Unggulan Daerah dan Transformasi Digital UMKM”. Ia menekankan pentingnya peran UMKM dalam ekonomi nasional serta komitmen pemerintah untuk mendorong akselerasi digitalisasi dan keterhubungan ke pasar global.
“Expo Koperasi dan UKM ini bukan sekadar pameran, tetapi wujud komitmen kami dalam mendorong penguatan UMKM, termasuk akselerasi digitalisasi dan pembukaan akses ke pasar internasional,” tegas Adhy.
Sementara itu, Kepala Bidang UMKM Diskopumdag Tuban, Nindya Mawardhani, menyebutkan bahwa partisipasi Tuban dalam expo tahun ini melibatkan sekitar 50 pelaku usaha dengan produk khas seperti belimbing segar, olahan ikan dan abon, kudapan khas Tuban, legen dan silawan kemasan, batik, songkok, miniatur pohon lontar, bros, hingga kopi.
“Expo ini menjadi peluang besar untuk memperluas jaringan pasar dan promosi produk Tuban ke tingkat regional dan internasional,” ujar Nindya.
Antusiasme tinggi dari pelaku UMKM Tuban menunjukkan semangat untuk terus berkembang, berinovasi, dan siap bersaing di era digital.
Tahun ini, KUKKM Expo Jatim menghadirkan inovasi baru melalui kerja sama dengan Serunai Commerce Malaysia, lembaga sertifikasi halal internasional, untuk membantu pelaku UMKM menjangkau pasar negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Langkah ini memberi peluang bagi produk UMKM Jawa Timur, termasuk dari Tuban, untuk memasuki pasar ekspor dengan lebih kredibel.
Tak hanya itu, Pemprov Jatim juga menggandeng berbagai lembaga seperti Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Jatim untuk memberikan edukasi finansial, akses teknologi, serta pembiayaan berbunga rendah.
“Digitalisasi memudahkan transaksi, memperluas pasar, dan mendorong efisiensi. Ini adalah pondasi untuk UMKM naik kelas secara berkelanjutan,” ujar Endy Alim Abdi Nusa, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim.
Dengan partisipasi aktif dalam KUKKM Expo Jatim 2025, UMKM Tuban diharapkan mampu mengembangkan kapasitas bisnisnya, memperluas jejaring kemitraan, dan menembus pasar internasional. Langkah ini juga menjadi motivasi bagi pelaku usaha lainnya di Kabupaten Tuban untuk terus meningkatkan kualitas, kreativitas, dan daya saing produk.

