Minke.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menargetkan 4 ribu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas pada tahun 2025. Target ini setara dengan 10 persen dari total 40 ribu UMKM di Kota Malang.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menjelaskan bahwa UMKM naik kelas berarti bergerak dari skala mikro ke kecil.
“Ambang batasnya Rp5 miliar per tahun. Jika sudah melampaui itu, maka UMKM mikro bisa naik menjadi kecil,” ujarnya, Sabtu (23/8/2025).
Untuk mencapai target tersebut, Diskopindag menyiapkan program pembinaan, edukasi, dan pelatihan UMKM. Saat ini, sudah ada 100 UMKM di Malang yang berhasil naik kelas, dengan 46 di antaranya bahkan menembus pasar internasional seperti Selandia Baru dan Timur Tengah.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa penguatan UMKM menjadi prioritas melalui program “Malang Idrek” dan “Malang Ngopeni”. Pemkot menyiapkan UMKM Center di Jalan Panglima Sudirman, bekerja sama dengan Asosiasi UMKM Nusantara Rakyat Sejahtera.
“Pembangunan ditargetkan selesai delapan bulan. Kami ingin 10 persen UMKM bisa terfasilitasi di pusat tersebut,” kata Wahyu.
Selain itu, pemkot juga menggandeng pihak swasta. Salah satunya dengan menyediakan ruang khusus UMKM di salah satu pusat perbelanjaan serta memberikan dukungan berupa alat produksi.
Dengan strategi komprehensif ini, Pemkot Malang optimistis bisa memperkuat branding kota sebagai salah satu pusat UMKM terbaik di Indonesia.
“Kami berharap Malang menjadi daerah tujuan untuk mencari produk UMKM unggulan,” pungkas Wahyu.

