Minke.id – Tim dosen Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) berkolaborasi dengan dosen Universitas Merdeka Malang (Unmer) dalam program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) berhasil meningkatkan omzet pelaku UMKM di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Program yang didanai hibah Kemendiktisaintek ini menyasar UMKM kuliner bakso dan keripik singkong.
Tim pengabdian terdiri dari tiga dosen, yakni Handika Setya Wijaya, S.Pd., M.T (Unitri), Dr. Sinar Perbawani Abrina Anggraini, S.T., M.T (Unitri), dan Luthfi Indana, S.Pd., M.Pd (Unmer), serta melibatkan 24 mahasiswa.
Ketua tim, Handika Setya Wijaya, menjelaskan bahwa pendampingan difokuskan pada kendala utama mitra, mulai dari pengelolaan keuangan, pemasaran digital, hingga sanitasi pangan. Tim juga melatih pelaku usaha menggunakan aplikasi keuangan sederhana, analisis BEP dan SWOT, serta strategi promosi melalui media sosial.
Selain itu, masalah teknis produksi turut menjadi perhatian. UMKM bakso yang masih mencetak pentol secara manual dan tidak higienis dibantu dengan alat pencetak pentol dan rancangan tata ruang produksi yang lebih efisien. Sedangkan UMKM keripik singkong yang sebelumnya hanya mengandalkan perajang semi manual dan pengeringan sinar matahari kini mendapatkan alat perajang modern, alat penggorengan, serta teknologi tepat guna untuk mempercepat proses produksi.
Hasil program PMM ini terbukti signifikan. UMKM Keripik Singkong berhasil meningkatkan omzet dari Rp 3.650.000 menjadi Rp 5.800.000 atau naik 59 persen. Sementara itu, UMKM Bakso melonjak lebih tinggi, dari Rp 20.800.000 menjadi Rp 35.000.000 atau naik 68 persen.
Menurut Dr. Sinar Perbawani, pencapaian ini menunjukkan bahwa kombinasi perbaikan manajemen, peningkatan kualitas SDM, strategi pemasaran digital, dan modernisasi alat produksi mampu mendorong pertumbuhan UMKM secara signifikan.
“Peningkatan ini membuktikan strategi terpadu dapat menjadi kunci bagi UMKM agar naik kelas dan berdaya saing,” ungkapnya.
Inisiatif ini tidak hanya memberi dampak ekonomi, tetapi juga membangun kesadaran pelaku UMKM tentang pentingnya inovasi, efisiensi, dan legalitas usaha. Dengan dukungan perguruan tinggi, program ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi akademisi dapat membantu UMKM meningkatkan pendapatan dan memperluas pasar.

