Minke.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) sekaligus Bulan Bhakti Karang Taruna ke-65, Karang Taruna Kabupaten Sampang menggelar Karang Taruna Expo 2025. Acara akbar ini resmi dibuka pada Minggu malam di Alun-Alun Trunojoyo Sampang dan akan berlangsung selama tujuh hari tujuh malam.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, expo kali ini tidak hanya menghadirkan lomba, tetapi juga menggandeng puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Bazar UMKM ini menjadi daya tarik utama, karena tidak hanya meriah secara seremonial, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan perekonomian masyarakat Sampang.
Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten Sampang, Moh Jakfar, menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sampang dan seluruh sponsor yang telah mendukung penuh terselenggaranya acara ini.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Pemkab Sampang, Bapak Bupati, serta seluruh sponsor yang mendukung penuh kegiatan ini,” ungkap Jakfar di hadapan para undangan.
Ia juga mengaku jujur bahwa Karang Taruna tidak memiliki anggaran untuk menyelenggarakan acara sebesar ini. Namun berkat dukungan banyak pihak, Karang Taruna Expo 2025 akhirnya dapat terlaksana.
“Jujur saja bapak, kegiatan ini kami tidak punya anggaran se rupiah pun. Tapi berkat dukungan Pemkab Sampang dan para sponsor, alhamdulillah kegiatan ini bisa digelar,” tambahnya.
Jakfar juga meminta maaf apabila dalam pelaksanaan masih terdapat kekurangan, baik dari sisi fasilitas maupun teknis lainnya.
Acara ini dibuka secara simbolis oleh Bupati Sampang, yang menempelkan telapak tangan pada layar videotron di atas panggung utama. Prosesi tersebut disambut tepuk tangan meriah para tamu undangan dan pengunjung.
Usai peresmian, Bupati bersama Kapolres Sampang, anggota DPRD, kepala OPD, serta tamu undangan lainnya meninjau stan UMKM. Mereka melihat langsung berbagai produk unggulan lokal, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, hingga fesyen khas Sampang.
Karang Taruna Expo 2025 di Alun-Alun Trunojoyo tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga wadah promosi bagi UMKM lokal. Selama tujuh hari penuh, pengunjung dapat menikmati pertunjukan budaya, mengikuti kegiatan sosial, hingga berbelanja produk lokal yang menjadi ciri khas Sampang.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong, pemberdayaan pemuda, dan dukungan terhadap UMKM agar semakin berdaya saing.

