Minke.id – Bazar UMKM Sidoarjo 2025 resmi dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sidoarjo, Muhammad Makhmud, Jumat (21/11) malam. Acara yang berlangsung meriah di area parkir Mall Sun City itu menghadirkan puluhan pelaku usaha lokal dengan ragam produk unggulan.
Kegiatan ini digelar oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DinkopUM) Sidoarjo bekerja sama dengan Radar Sidoarjo. Antusiasme masyarakat terlihat sejak pembukaan, membuat suasana bazar semakin hidup.
Dalam sambutannya, Makhmud menegaskan bahwa Bazar UMKM Sidoarjo 2025 menjadi ruang vital bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar.
“Kegiatan ini sangat penting bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar. UMKM adalah tulang punggung ekonomi Sidoarjo dengan kontribusi mencapai 60 persen,” ujarnya.
Ia menambahkan, UMKM terbukti konsisten menjaga stabilitas ekonomi daerah, termasuk dalam mengendalikan inflasi. Karena itu, penguatan sektor UMKM menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
UMKM juga masuk dalam 14 program prioritas Bupati dan Wakil Bupati, sehingga kapasitas pelaku usaha akan terus ditingkatkan melalui pelatihan, pendampingan, dan perluasan akses pasar.
Makhmud juga menyoroti pentingnya pameran tatap muka di tengah pesatnya digitalisasi.
“Pemasaran online sangat penting, tetapi tidak bisa sepenuhnya menggantikan interaksi langsung. Tidak semua produk cocok dijual secara digital,” jelasnya.
Oleh sebab itu, ia berharap bazar seperti ini dapat digelar rutin dan diperluas ke seluruh kecamatan di Sidoarjo.
“Jika bazar dilakukan merata di setiap kecamatan, saya yakin perekonomian lokal akan bergerak lebih cepat,” tambahnya.
Kepala DinkopUM Sidoarjo, Edi Kurniadi, menjelaskan bahwa Bazar UMKM Sidoarjo 2025 menjadi media strategis bagi pelaku usaha untuk tetap bertahan dan berkembang. Minimnya interaksi langsung selama ini membuat banyak UMKM kurang berani memasarkan produknya secara terbuka.
“Kami ingin pelaku UMKM lebih berani tampil. Pemasaran online harus diseimbangkan dengan promosi tatap muka. Ada produk yang ketika dijual online justru kurang menguntungkan,” terangnya.
Bazar tahun ini diikuti 30 stan UMKM, mulai dari kuliner, fashion, kerajinan, produk kecantikan, hingga kriya kreatif. Pesertanya bukan hanya pelaku UMKM, tetapi juga asosiasi usaha, PKL, penyandang disabilitas, hingga siswa SMA.
“Harapannya, mereka semakin percaya diri memasarkan produk secara langsung kepada masyarakat,” pungkas Edi.

