Minke.id – Festival Banyu Urip 2025 siap digelar selama tiga hari, Jumat–Minggu (28–30/11/2025), dengan melibatkan puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Berlokasi di Lapangan Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, ajang tahunan ini menjadi sarana strategis bagi UMKM untuk mempromosikan produk unggulan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.
Kepala Desa Bonorejo, Rachmad Akasan, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan festival yang bukan hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga ruang bagi seni budaya dan pemberdayaan UMKM.
“Ini kegiatan yang bagus. Bisa mendorong UMKM di wilayah Kecamatan Gayam lebih berkembang. Di Bonorejo sendiri ada beberapa home industri, kerajinan rajut, hingga kesenian ketoprak,” ujarnya.
UMKM yang terlibat antara lain binaan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), operator Lapangan Banyu Urip Blok Cepu, serta UMKM binaan Pertamina EP Cepu (PEPC), operator Lapangan Gas Jambaran–Tiung Biru (J-TB).
Produk yang dipamerkan mencakup kerajinan rajut Bonorejo, batik, produk pertanian organik, makanan ringan, olahan ayam petelur mandiri (Gayatri), hingga inkubasi bisnis PIB. Juga hadir BUMDes, Koperasi Merah Putih, serta pasar murah dari Dinas Perdagangan Bojonegoro.
“Kami menyediakan 51 stan untuk pelaku UMKM di bazar Festival Banyu Urip 2025,” jelas Ketua Panitia Festival, Agus Hafidh, Rabu (26/11/2025).
Tahun ini, festival mengangkat tema “Nyawiji: Nyambung Rasa, Ngangkat Wisata, Njaga Energi”. Tema tersebut menggambarkan semangat kebersamaan sekaligus komitmen untuk mempromosikan wisata dan menjaga keberlanjutan energi di daerah.
Agus menegaskan bahwa Festival Banyu Urip 2025 berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Selain melibatkan pemerintah, swasta, karang taruna, LSM, mahasiswa, dan pelajar, pelaksanaannya juga dilakukan di tiga lokasi berbeda, yakni Lapangan Desa Bonorejo, Lapangan Desa Gayam, dan Wisata Perahu Kuno Desa Ngraho.
Hari Pertama – Jumat (28/11/2025)
Di Lapangan Desa Bonorejo akan digelar bazar UMKM, pasar murah, pertunjukan Reog Singo Manggolo Gayam, serta open ceremony dan launching logo Medhayoh. Acara malam hari juga dimeriahkan penampilan Massdho dan DJ Nok Yeka.
“Launching logo Medhayoh ini rencananya dihadiri oleh Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati,” terang Agus.
Hari Kedua – Sabtu (29/11/2025)
Kegiatan berlanjut dengan lomba mewarnai, cek kesehatan gratis (CKG), diskusi kepemudaan, dan pertunjukan ketoprak dengan lakon “Minak Jinggo Nagih Janji – Damar Wulan Wisido” menghadirkan bintang tamu Yudho dan Lala Atila.
Di Wisata Perahu Kuno Desa Ngraho digelar Sarasehan Budaya Medhayoh yang melibatkan guru SD hingga SMA, perangkat desa, budayawan, serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
Hari Ketiga – Minggu (30/11/2025)
Acara puncak dipusatkan di Lapangan Desa Gayam dengan Fun Run Gayam 5K diikuti 500 peserta dari dalam dan luar Bojonegoro. Festival ditutup dengan launching Zona Informatif sebagai wujud keterbukaan informasi publik.
Festival Banyu Urip 2025 tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Keterlibatan UMKM dan lembaga binaan perusahaan energi besar menunjukkan kolaborasi kuat lintas sektor dalam memajukan perekonomian Gayam dan Bojonegoro secara berkelanjutan.
Dengan rangkaian acara yang meriah, edukatif, dan penuh muatan budaya, Festival Banyu Urip 2025 diharapkan semakin memperkenalkan potensi lokal Bojonegoro ke tingkat yang lebih luas serta memperkuat identitas budaya masyarakat Gayam.

