Minke.id – Platform pembayaran digital PT Visionet Internasional (OVO) resmi mengumumkan dukungan besarnya terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Hingga 2025, OVO menyalurkan Rp6 triliun pendanaan OVO Finansial kepada 445 ribu mitra UMKM di seluruh Indonesia.
Menurut Chief Operating Officer (COO) OVO, Eddie Martono, pendanaan tersebut tidak hanya menyasar UMKM, tetapi juga mitra pengemudi Grab melalui layanan GrabModal, sebagai bagian dari ekosistem inklusi keuangan OVO–Grab.
Eddie menjelaskan bahwa inklusi keuangan tidak hanya berkaitan dengan layanan pembayaran dan transfer, tetapi juga dengan menyediakan akses pendanaan bagi segmen yang selama ini belum sepenuhnya terlayani.
“Ketika kita bicara soal inklusi finansial, itu bukan semata-mata metode pembayaran atau transfer. Tapi bagaimana kami bisa membantu underserved segment terkait pendanaan, khususnya UMKM,” ujar Eddie dalam acara Catatan Akhir Tahun OVO 2025 di Jakarta.
Ia menambahkan bahwa pendanaan ini membantu pelaku usaha menjaga arus kas dan meningkatkan kapasitas operasional di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Selain akses permodalan, OVO juga mendukung UMKM melalui QRIS OVO, yang membantu pelaku usaha masuk ke dalam ekosistem keuangan digital. Sepanjang 2025, adopsi QRIS OVO tumbuh 61 persen, sejalan dengan kenaikan nilai transaksi UMKM sebesar lebih dari 35 persen pada 700 ribu pelaku usaha.
Hingga kini, OVO telah memfasilitasi lebih dari 3 juta merchant QRIS yang tersebar di 800 kota dan kabupaten, termasuk wilayah pelosok seperti Merauke, Takalar, dan Kolaka Timur.
Eddie menyebutkan bahwa hampir 50 persen UMKM yang difasilitasi OVO dikelola oleh perempuan. Beberapa wilayah dengan jumlah pelaku UMKM perempuan terbanyak antara lain: Deli Serdang (Sumatera Utara), Cianjur (Jawa Barat), dan Pekanbaru (Riau).
Sementara itu, pertumbuhan tertinggi UMKM perempuan pada 2025 terjadi di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.
Eddie menegaskan komitmen OVO dalam memperluas akses layanan keuangan digital yang aman dan inklusif bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Tahun ini semakin menegaskan peran OVO dalam memperluas akses layanan keuangan digital yang inklusif, praktis, dan tentunya aman,” ujarnya.

