Minke.id – Sebanyak 25 perempuan pembuat kue dari Paguyuban Dapur Kecamatan Camplong berangkat menuju Surabaya dengan satu harapan: membawa pulang keterampilan baru untuk memajukan usaha rumahan mereka. Pelatihan peningkatan kapasitas UMKM ini digagas Medco Energi Sampang Pty Ltd sebagai bagian dari komitmen jangka panjang dalam pemberdayaan masyarakat lokal.
Paguyuban yang terdiri dari pembuat kue Desa Dharma Camplong, Tambaan, Sejati, hingga Kelurahan Banyuanyar selama ini mengandalkan produksi kue tradisional dalam skala kecil. Namun, meningkatnya persaingan pasar membuat mereka perlu berinovasi agar tetap bertahan.
Di Bogasari Baking Center Tegalsari, para peserta mengikuti pelatihan intensif bersama Chef Yuli. Selama satu hari penuh, mereka mempelajari teknik membuat tiga produk baru yang sedang diminati pasar seperti, lapis puding buah, pisang bolen, dan roti gulung abon.
Kelas berlangsung serius namun penuh kehangatan. Setiap peserta mencatat detail langkah produksi, mempraktikkan teknik baru, dan berdiskusi mengenai strategi meningkatkan nilai jual produk setelah mereka kembali ke desa.
“Kami berharap pelatihan ini memberi manfaat nyata. Harus ada peningkatan pendapatan setelah peserta mempraktikkan ilmu baru,”
ujar Hartono, Manager Field Relations and Community Enhancement East Java, Rabu (10/12/2025).
Ia menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi upaya membangun kemandirian ekonomi perempuan Camplong.
“Yang terpenting, kelompok perempuan ini bisa terberdayakan. Bahkan jika suatu hari Medco Energi tidak lagi beroperasi, mereka tetap mampu berjalan mandiri,” tegasnya.
Dengan penghasilan rata-rata sekitar Rp300.000 per produksi, inovasi produk baru dinilai mampu membuka peluang peningkatan pendapatan secara signifikan.
Tak hanya di Camplong, program keberdayaan juga memberi dampak besar di wilayah terpencil seperti Pulau Giligenting. Kelompok UMKM Two Brothers dari Desa Gedugan memulai usaha dari satu varian: keripik pisang rasa coklat, dengan pendapatan hanya sekitar Rp500.000 per bulan.
“Kami dulu sering ragu. Setiap kali membuat produk, saya bertanya: apa benar ini bisa membantu ekonomi keluarga?”
kenang Siti Hajar, Ketua UMKM Two Brothers.
Titik balik datang ketika mereka mengikuti Program Pengembangan Masyarakat (PPM) dari SKK Migas – Medco Energi Madura Offshore. Dukungan berupa alat produksi, pelatihan keripik pisang dan singkong, serta kelas kewirausahaan menjadi fondasi perubahan.
Pada 2023, mereka memperluas kompetensi dengan pelatihan varian rasa di Tristar Surabaya. Tahun 2024, mereka belajar pemasaran digital, fotografi produk, pencatatan keuangan, hingga perhitungan HPP.
“Semua pelatihan ini membuka mata kami. Kami belajar membaca pasar, memperbaiki kemasan, dan memasarkan produk lebih cerdas,” ujarnya.
Dampaknya luar biasa—pendapatan bulanan melonjak menjadi Rp1.500.000, tiga kali lipat dari sebelumnya. Kini mereka aktif mengikuti pameran UMKM dan memperluas jaringan pemasaran.
“Jangan pernah takut memulai dari kecil. Satu pelatihan bisa mengubah masa depan keluarga,” tambah Siti.
Dari Sampang juga muncul UMKM baru yang menarik perhatian: Pempek Arini, binaan SKK Migas dan Medco Energi Sampang sejak 2024. Dengan konsep fresh-frozen, pempeknya tahan lama tanpa mengurangi rasa, dan dijual hanya Rp15.000 per kantong—pilihan ekonomis untuk pasar lokal.
Rangkaian pelatihan ini menunjukkan komitmen Medco Energi Sampang dalam meningkatkan kapasitas UMKM, membuka akses pasar, dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat—baik di daratan maupun wilayah pulau dengan akses terbatas.
Program keberdayaan ini bukan hanya menghasilkan produk baru, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, semangat inovasi, dan peluang pendapatan yang lebih stabil bagi perempuan Sampang.

