Minke.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memperkuat komitmennya dalam mendampingi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pedagang kaki lima (PKL). Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui kegiatan rutin Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku) yang kali ini digelar di Desa Tempurejo, Sabtu (13/12).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Jember Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, bertemu langsung dengan pelaku UMKM, PKL, serta pedagang keliling atau mlijo. Pertemuan ini bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mensosialisasikan program prioritas daerah.
Gus Fawait menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah pelaku usaha kecil merupakan bentuk keberpihakan yang nyata, bukan sekadar wacana.
“Hari ini adalah bukti keberpihakan konkret Pemerintah Kabupaten Jember. Kita punya program Gerobak Cinta, dan di setiap Bunga Desaku kami selalu mengumpulkan, bersilaturahmi, serta mendampingi UMKM dan PKL secara langsung,” ujar Gus Fawait.
Melalui Bunga Desaku, Pemkab Jember memastikan bahwa pelaku usaha kecil mendapatkan pendampingan yang berkelanjutan dan tepat sasaran.
Selain pendampingan ekonomi, Pemkab Jember juga memberikan berbagai materi penting, salah satunya sosialisasi perizinan usaha agar UMKM dan PKL memiliki legalitas yang jelas untuk mengembangkan usahanya.
Tak hanya itu, Gus Fawait juga menegaskan jaminan layanan dasar kesehatan bagi masyarakat kecil. Dalam kesempatan tersebut, ia secara langsung meminta Kepala Puskesmas dan Direktur Rumah Sakit untuk menyampaikan komitmen pelayanan kesehatan di hadapan warga Desa Tempurejo.
Program Mlijo Cinta Siap Direalisasikan
Gus Fawait menjelaskan bahwa sejumlah program prioritas daerah telah berada pada jalur yang tepat, termasuk program Mlijo Cinta yang menyasar pedagang keliling.
“Program ini prioritas, termasuk ‘Mlijo Cinta’, sudah berada pada jalur yang tepat dan siap direalisasikan. Berdasarkan data dari Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Jember, total 2.500 masyarakat ditargetkan akan menerima manfaat dari program ‘Mlijo Cinta’ ini,” jelasnya.
Meski dampak penuh program ini masih dalam masa transisi pada tahun 2025, kebijakan tersebut diyakini akan memberikan dukungan nyata bagi pelaku usaha kecil.
Menutup pernyataannya, Gus Fawait menekankan bahwa UMKM dan PKL tidak membutuhkan teori atau seminar, melainkan tindakan konkret dari pemerintah.
“Mereka tidak butuh teori. Mereka tidak perlu seminar. Yang mereka butuhkan adalah arahan dan bantuan konkret. Selama ini PKL belum pernah mendapatkan perhatian nyata. Hari ini kita buktikan, kita bantu usahanya, kita jamin kesehatannya,” tutup Gus Fawait.
Melalui program Bunga Desaku, Pemkab Jember berharap pendampingan UMKM dan PKL dapat berjalan berkelanjutan serta memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

