Minke.id – Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo berhasil membawa perubahan signifikan bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di bawah kepemimpinannya, ribuan pelaku UMKM tidak hanya naik kelas di pasar nasional, tetapi juga mulai menembus pasar internasional.
Kepemimpinan Yusuf Rio Wahyu Prayogo—yang akrab disapa Mas Rio bersama Wakil Bupati Ulvia atau Mbak Ulfi—mulai dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Dalam waktu kurang dari setahun, sektor UMKM yang sebelumnya kurang diminati kini tumbuh pesat dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
Beragam produk UMKM Situbondo kini sukses merambah pasar global. Tidak hanya komoditas pertanian seperti kopi, jahe, dan mangga, tetapi juga produk bernilai tambah tinggi seperti skincare, alat musik dawai, hingga aplikasi permainan (game) karya anak daerah yang telah dipasarkan ke luar negeri.
Salah satu produk unggulan UMKM Situbondo bahkan telah diekspor dan pemiliknya berencana membuka pabrik di Uzbekistan. Sementara itu, pengrajin alat musik dawai asal Situbondo kini mampu memenuhi permintaan pasar Eropa dan Amerika Serikat. Tak kalah membanggakan, aplikasi game buatan putra daerah Situbondo telah digunakan oleh perusahaan di Amerika Serikat dan Tiongkok.
“Targetnya adalah mengurangi kemiskinan. Saya punya ide dan itu sudah kita masukkan DNA-nya ke dalam kebijakan yang bernama UMKM. UMKM membutuhkan hilirisasi atau downstreaming dari semua bidang kegiatan ekonomi masyarakat,” ujar Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, dikutip dari Metro Pagi Primetime, Metro TV, Kamis (18/12/2025).
Menurutnya, penguatan UMKM akan berdampak langsung pada peningkatan daya beli masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kapasitas konsumsi akhirnya meningkat. Pertumbuhan ekonomi juga naik dengan go global. Yang sebelumnya ekspor lewat kota lain seperti Bali, kini kita dorong agar ekspor mandiri dari Situbondo,” tambahnya.
Untuk mendukung percepatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Situbondo menggandeng perbankan dengan memberikan berbagai insentif bunga, termasuk pinjaman modal tanpa bunga bagi pelaku UMKM. Kebijakan ini diharapkan mampu memperkuat permodalan usaha sekaligus mendorong ekspansi pasar.
Dengan semakin menggeliatnya sektor UMKM, Pemkab Situbondo optimistis pertumbuhan ekonomi daerah akan terus meningkat dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Situbondo.

