iniSO.co – Kota Surabaya dikenal kaya akan ragam kuliner. Tak hanya makanan modern, olahan ikan bandeng khas UMKM Surabaya kini mulai mencuri perhatian. Selama ini, bandeng kerap identik dengan Gresik dan Sidoarjo. Namun siapa sangka, pelaku UMKM di Surabaya juga mampu menghadirkan olahan bandeng yang tak kalah lezat dan berkualitas.
Salah satunya adalah UMKM Lakon Iwak, yang memproduksi beragam kuliner berbahan dasar ikan bandeng. Produk unggulannya meliputi bandeng presto, keripik kulit bandeng, stik sirip bandeng, hingga krispi bandeng. Seluruh produk diolah secara higienis dan tanpa bahan pengawet.
Pelaku UMKM Lakon Iwak, Susanti Dewi, mengungkapkan bahwa omzet usahanya saat ini masih terbilang terbatas jika dibandingkan dengan pelaku usaha sejenis. Hal tersebut disebabkan oleh jangkauan pemasaran yang masih lokal, mengingat produk olahan bandeng tidak menggunakan bahan pengawet sehingga daya tahannya terbatas.
“Pemasarannya masih di lokal saja. InsyaAllah ke depannya bisa lebih maju lagi,” ujar Susanti kepada RRI Surabaya, Kamis (25/12/2025).
Meski demikian, ia optimistis usaha olahan bandeng khas Surabaya ini dapat terus berkembang seiring meningkatnya dukungan dari berbagai pihak.
Untuk memperluas pangsa pasar, UMKM Lakon Iwak secara aktif menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah, baik Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun Pemerintah Kota Surabaya. Salah satunya dengan rutin mengikuti berbagai pameran dan bazar UMKM.
“Alhamdulillah, dukungan dari dinas-dinas itu terbuka banget. Jadi kita sering, setiap hari Jumat, ada bazar-bazar yang diikuti banyak pelaku UMKM,” kata Susanti.
Menurutnya, kegiatan tersebut sangat membantu pelaku UMKM dalam memperkenalkan produk sekaligus memperluas jaringan pemasaran.
Dukungan terhadap pelaku UMKM juga datang dari Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS). Dalam setiap kunjungannya ke daerah, BHS secara konsisten mendorong UMKM agar memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah.
“KUR ini sudah ditambah, dari 280 triliun menjadi 300 triliun. Dan pinjaman 100 juta ke bawah itu tanpa agunan, jadi tidak boleh ada permintaan jaminan,” tegas BHS.
Ia juga menyampaikan bahwa bunga KUR saat ini hanya 3 persen, turun signifikan dibandingkan sebelumnya yang mencapai 6 persen.
Lebih lanjut, BHS menegaskan bahwa pemerintah serius melindungi pelaku UMKM. Bahkan, Presiden Prabowo Subianto telah membentuk Satgas UMKM untuk memastikan tidak ada pihak yang menghambat pertumbuhan usaha rakyat.
“Kalau menghambat, pasti lawannya kami sebagai pejabat negara. Ada DPR, ada menteri, semua harus ikut mendukung UMKM,” ucapnya.
Dengan dukungan pembiayaan, regulasi, dan pendampingan tersebut, diharapkan sekitar 67 juta UMKM di Indonesia dapat terus berkembang, meningkatkan daya saing, serta naik kelas, termasuk UMKM olahan bandeng khas Surabaya.

