iniSO.co – Dalam upaya memperkuat sektor produktif sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan, Bank Mandiri terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.
Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sepanjang tahun 2025, bank berkode saham BMRI ini telah menyalurkan KUR sebesar Rp 40,99 triliun kepada 355.658 pelaku UMKM.
Tak hanya dari sisi volume, kualitas portofolio KUR Bank Mandiri juga tetap terjaga dengan baik. Tingkat kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) tercatat berada di bawah 1 persen, menunjukkan pengelolaan pembiayaan yang prudent dan berkelanjutan.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, mengatakan bahwa penyaluran KUR ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, perbankan, dan sektor usaha dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat.
“Dukungan KUR ini bukan hanya tentang pembiayaan, tetapi juga tentang pemberdayaan. Melalui akses modal yang lebih luas, kami ingin membantu pelaku UMKM memperkuat kapasitas produksi, memperluas lapangan pekerjaan, dan meningkatkan daya saing. Inilah wujud Sinergi Majukan Negeri yang kami jalankan secara berkelanjutan,” ujar Riduan, dikutip dari siaran pers Bank Mandiri, Jumat (9/1).
Penyaluran KUR Bank Mandiri juga selaras dengan fokus pemerintah dalam membangun ekonomi kerakyatan. Sepanjang 2025, 61,54 persen dari total penyaluran KUR atau senilai Rp 25,13 triliun disalurkan ke sektor produksi.
Secara rinci, sektor pertanian sebagai pilar ketahanan pangan nasional menyerap pembiayaan terbesar, yakni Rp 12,75 triliun atau 31,23 persen dari total KUR Bank Mandiri.
Sementara itu, sektor jasa produksi menerima pembiayaan sebesar Rp 8,76 triliun atau 21,45 persen, diikuti sektor industri pengolahan sebesar Rp 3,03 triliun atau 7,43 persen, serta sektor perikanan sebesar Rp 562 miliar atau 1,38 persen.
“Melalui skema pembiayaan yang berkelanjutan ini, kami berkomitmen untuk berperan aktif dalam mendorong pergerakan perekonomian nasional, khususnya pada sektor produksi,” kata Riduan.
Untuk menjaga kualitas penyaluran KUR, Bank Mandiri menerapkan pendekatan pembiayaan berbasis ekosistem yang terintegrasi dengan nasabah turunan wholesale, khususnya pada sektor-sektor produksi unggulan di berbagai daerah.
Melalui strategi closed-loop, sinergi antara nasabah wholesale, pelaku UMKM, dan mitra usaha dalam satu rantai nilai terus dioptimalkan guna meningkatkan efisiensi sekaligus keberlanjutan bisnis.
Selain itu, Bank Mandiri juga melayani kebutuhan transaksi harian dan pembayaran angsuran debitur KUR melalui Mandiri Agen (Agen Laku Pandai Mitra Bank Mandiri) yang tersebar di berbagai ekosistem usaha UMKM. Program ini dibarengi dengan edukasi layanan keuangan serta literasi digital agar pelaku usaha dapat mengelola keuangan secara inklusif dan modern.
Siap Dukung Akselerasi KUR 2026
Ke depan, Bank Mandiri menyatakan siap mendukung upaya pemerintah dalam mengakselerasi penyaluran KUR pada tahun 2026. Komitmen tersebut dijalankan melalui penguatan strategi pembiayaan berbasis ekosistem serta sinergi terintegrasi antar Mandiri Group.
Riduan menilai, program KUR yang diorkestrasi pemerintah ini diyakini mampu memberikan nilai tambah bagi kinerja perseroan sekaligus memperkuat sektor riil nasional.
“Melalui kolaborasi yang erat dengan pemerintah serta dukungan ekosistem yang terdigitalisasi, kami memastikan penyaluran KUR dapat dilakukan secara tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. UMKM yang tangguh akan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dan menjadi fondasi bagi ketahanan pangan serta kesejahteraan nasional,” pungkasnya.

