Minke.id – Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia, PT Freeport Indonesia (PTFI) menunjukkan komitmen nyatanya terhadap penguatan ekonomi lokal dengan membina sembilan UMKM dari desa sekitar area operasional Smelter PTFI di Gresik.
Kegiatan pelatihan bertajuk “UMKM Naik Kelas: Go Online, Go E-Commerce” ini dilaksanakan di Aula Universitas Qomaruddin Gresik. Program ini tidak hanya menjadi bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), tetapi juga strategi jangka panjang dalam menciptakan pelaku usaha yang mandiri, tangguh, dan melek digital.
“Pelatihan ini adalah bentuk komitmen PTFI dalam mendorong UMKM agar naik kelas, memperluas pasar, dan bersaing secara sehat di era digital,” ujar Erika Silva, Vice President External Affairs Smelter PTFI, dalam sambutannya.
Dalam pelatihan ini, PTFI menekankan pentingnya pemasaran digital sebagai alat utama untuk memperluas jangkauan produk lokal. Erika menyebutkan, produk asal Gresik pun bisa menembus pasar nasional bahkan global, asalkan pelaku UMKM mampu beradaptasi dengan teknologi.
“Dengan pemasaran digital, produk dari Gresik bisa dibeli siapa pun, bahkan hingga Papua,” ucap Erika. “Suatu saat nanti, kami berharap para peserta bisa menjadi inspirasi UMKM berikutnya.”
Salah satu peserta pelatihan, Mukhtar Sochieb (56), warga Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar, menjadi contoh bagaimana semangat berwirausaha bisa muncul dari keterbatasan. Mantan pekerja proyek ini kini merintis usaha Kopi Lanang, kopi botol kemasan 200 ml yang awalnya dijual kepada rekan sesama pekerja smelter.
“Saya mulai dari 100 botol, langsung habis dalam dua jam,” kenang Sochieb. Kini, usahanya sudah berjalan setahun dan siap naik kelas melalui pemasaran online.
Ia berharap, pelatihan ini akan menjadi langkah awal dalam mengembangkan bisnis secara digital dan membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.
Misbahul Munir, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Gresik, menyampaikan apresiasinya terhadap program pembinaan UMKM dari PTFI.
“Satu UMKM bisa menciptakan lapangan kerja dan memberi manfaat ekonomi luas. Ini sejalan dengan program pemerintah dalam penguatan ekonomi lokal,” tegasnya.
Ia menyatakan, meskipun saat ini hanya sembilan UMKM yang terlibat, ke depannya program ini diyakini mampu memberi multiplier effect yang luar biasa bagi perekonomian Gresik.
Program ini menjadi bagian dari visi besar hilirisasi industri dan pemberdayaan masyarakat lokal yang diusung PTFI. Selain menciptakan nilai tambah dalam rantai ekonomi, Freeport juga menunjukkan bahwa keberadaan industri besar dapat berdampingan dengan penguatan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar.

