iniSO.co – PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari resmi menggebrak awal tahun 2026 dengan menggelar Festival Bogasari Jember 2026, sebuah pesta kuliner rakyat yang dipusatkan di Lapangan Alun-alun Jember. Festival perdana Bogasari di Kota Cerutu ini akan berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu (17–18 Januari 2026).
Tak tanggung-tanggung, panitia menargetkan 15 ribu pengunjung hadir menikmati aneka sajian kuliner dari 80 UMKM binaan Bogasari asal Jember dan sekitarnya. Festival ini sekaligus menjadi bukti komitmen Bogasari dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM berbasis tepung terigu.
Pada hari pertama, Sabtu (17/1), Festival Bogasari Jember 2026 dibuka mulai pukul 14.00 hingga 22.00 WIB. Sementara di hari kedua, Minggu (18/1), acara dimulai lebih pagi, yakni sejak 06.00 WIB hingga 21.00 WIB.
Beragam jenama kuliner populer dipastikan meramaikan festival ini, di antaranya Proll Tape Purnama Jati, Mak Enak, Filla Roti, hingga Kirana Cookies.
Bogasari menerapkan kriteria khusus bagi UMKM peserta. Setiap pelaku usaha yang mengisi stan minimal telah memiliki 10 orang karyawan, sebagai indikator kemandirian dan skala usaha yang berkelanjutan.
Salah satu magnet utama Festival Bogasari Jember adalah kehadiran Papa Cookies, peraih Bogasari SME Award 2025. Usaha ini kini telah memiliki 198 gerai di berbagai wilayah Indonesia, dari Jawa hingga Nusa Tenggara Barat, dengan produk andalan seperti Chiffon Keju dan Lapis Surabaya.
Tak kalah menarik, Proll Tape Purnama Jati, UMKM legendaris asal Jember dan pemenang Bogasari SME Award 2017, juga ikut ambil bagian. Berdiri sejak tahun 2000, usaha ini berawal dari perjuangan seorang ibu menghidupi keluarga hingga kini menjelma menjadi oleh-oleh khas Jember dengan produk unggulan Proll Tape, Brownies Tape, Pia Tape, hingga Dodol Tape.
Vice President Marketing Bogasari, Budi Hartono, menyebut Festival Bogasari Jember 2026 memang dirancang untuk masyarakat luas.
“Masuk ke lokasi festival gratis. Bogasari juga menyiapkan 2.500 kupon potongan belanja senilai Rp5 ribu untuk setiap pembelian produk UKM,” jelasnya dalam siaran pers, Jumat (16/1/2026).
Harga produk kuliner UMKM pun terjangkau, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp50 ribu, sehingga ramah bagi semua kalangan.
Perkembangan usaha makanan berbasis tepung terigu di Jember tercatat cukup pesat. Saat ini terdapat 432 UKM mitra Bogasari yang tergabung dalam Bogasari Mitra Card (BMC).
Khusus Festival Bogasari Jember, 80 UKM yang terlibat terdiri dari: 35 UKM roti dan pastry, 4 UKM mie ayam, 24 UKM jajan pasar, 9 UKM kue kering, dan 8 UKM kue lainnya.
Tak hanya kuliner, Festival Bogasari Jember 2026 juga dimeriahkan dengan senam zumba yang menargetkan 1.000 peserta, fashion show berbahan daur ulang kemasan terigu, serta lomba tari tradisional dengan hadiah uang tunai.
Panggung hiburan akan semakin semarak dengan penampilan Arlida Putri, Sisi Kita Band, serta Parama Wiedya Dance Studio. Pengunjung juga berkesempatan membawa pulang doorprize menarik, mulai dari sepeda motor, sepeda listrik, Smart TV, hingga berbagai peralatan elektronik.
Festival Bogasari 2026 sendiri digelar di dua kota, yakni Metro, Lampung (10–11 Januari) dan Jember (17–18 Januari). Kesuksesan di Metro yang mencatat transaksi hingga Rp250 juta dalam dua hari menjadi modal optimisme di Jember.
“Festival ini membuktikan bahwa tepung terigu bisa menjadi penggerak ekonomi kreatif berbasis bahan lokal,” tegas Budi Hartono.
Melalui integrasi edukasi bisnis, hiburan, lomba interaktif, dan baking demo, Festival Bogasari Jember 2026 diharapkan menjadi pengalaman berkesan sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM Jawa Timur secara berkelanjutan.

