iniSO.co – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda Blora) terus mendorong perlindungan serta penguatan produk UMKM Blora melalui hak kekayaan intelektual (HAKI). Langkah ini dinilai penting agar karya para perajin lokal memiliki perlindungan hukum, daya saing, serta nilai tambah di pasar yang semakin kompetitif.
Ketua Dekranasda Blora, Ainia Shalichah, menegaskan bahwa pengembangan UMKM Blora tidak bisa dilakukan secara individu, melainkan harus dibangun melalui kolaborasi dan semangat gotong royong.
“HAKI UMKM Blora akan terus kami genjot. Ini penting agar karya perajin kita terlindungi dan diakui,” ujar Ainia Shalichah.
Menurutnya, HAKI untuk UMKM Blora menjadi instrumen strategis dalam menjaga keaslian produk kerajinan sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar. Dengan perlindungan hak cipta, merek, hingga desain produk, pelaku UMKM memiliki posisi lebih kuat dalam pengembangan usaha.
Tak hanya fokus pada aspek hukum, Dekranasda juga menekankan pentingnya pelestarian budaya sebagai fondasi kerajinan daerah. Tradisi seperti makanan khas, sedekah bumi, hingga ritual ngalungi sapi dinilai sebagai bagian dari identitas yang perlu dirawat dan dipromosikan.
“Blora kita dorong sebagai teras budaya. Dekranasda bukan tempat jual beli, tetapi menjadi ruang pamer, ruang kurasi, dan ruang apresiasi karya perajin,” tegas perempuan yang akrab disapa Bunda Aini tersebut.
Pemkab Blora Dukung UMKM Lewat Kebijakan Nyata
Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan bahwa tantangan pembangunan saat ini menuntut pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk lebih kreatif serta inovatif dalam mendukung UMKM Blora.
“Pemerintah daerah dituntut untuk terus kreatif. Saya menunggu ide-ide segar dari pengurus Dekranasda,” ujar Bupati.
Ia juga menyoroti kebijakan penggunaan sarung dan batik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blora yang terbukti berdampak positif bagi perajin lokal. Kebijakan tersebut mendorong peningkatan permintaan batik khas Blora sekaligus menjadi bentuk keberpihakan pemerintah terhadap pelaku usaha kecil.
“Ini adalah upaya kita untuk mendukung UMKM Blora agar semakin sejahtera,” tuturnya.
Melalui penguatan HAKI UMKM Blora serta pelestarian budaya lokal, Dekranasda berharap produk kerajinan daerah tidak hanya dikenal secara luas, tetapi juga memiliki perlindungan hukum yang jelas. Sinergi antara Dekranasda, pemerintah daerah, dan pelaku usaha diyakini menjadi kunci dalam memajukan UMKM serta menjaga identitas budaya Blora tetap lestari.

