iniSO.co – Jalan Lintas Sumber Rempi (JLS Rempi) Kediri di Kelurahan Betet, Kecamatan Pesantren, kini tak sekadar berfungsi sebagai jalur penghubung wilayah. Kawasan ini berkembang menjadi ruang publik JLS Rempi yang menggerakkan aktivitas sosial sekaligus ekonomi UMKM Kediri.
Perkembangan tersebut ditandai dengan tasyakuran bertajuk “Dalan Anyar” yang digelar warga, Minggu (25/1), sebagai wujud syukur atas peningkatan infrastruktur sekaligus lahirnya pusat aktivitas ekonomi baru di kawasan tersebut.
Camat Pesantren Kota Kediri, Judy Kuntjoro, menjelaskan ramainya kawasan JLS Rempi Kota Kediri bermula dari kebiasaan warga yang berkumpul pada sore hari.
“Setiap sore kawasan JLS Rempi memang selalu ramai. Awalnya hanya untuk nongkrong dan ngopi, tetapi dari situ muncul potensi ekonomi yang berkembang,” kata Judy.
Menurutnya, kegiatan tasyakuran Dalan Anyar JLS Rempi murni inisiatif masyarakat. Pemerintah kecamatan dan kelurahan hanya memfasilitasi agar aktivitas berjalan tertib, aman, dan berkelanjutan.
Antusiasme warga terlihat dari partisipasi sekitar 115 pelaku UMKM yang meramaikan kegiatan. Menariknya, pelaku usaha tidak hanya berasal dari Kelurahan Betet, tetapi juga dari wilayah lain di Kecamatan Pesantren. Hal ini menunjukkan bahwa JLS Rempi menjadi pusat ekonomi baru Kediri dengan dampak lintas wilayah.
Melihat potensi besar tersebut, pihak kecamatan berencana mengusulkan Car Free Day (CFD) JLS Rempi Kediri setiap Minggu pagi. Usulan itu akan disampaikan kepada Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, dengan rencana pelaksanaan pukul 06.00–09.00 WIB.
“Ini merupakan bentuk fasilitasi pemerintah terhadap aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Jika disetujui, CFD JLS Rempi diyakini akan semakin menguatkan fungsi kawasan sebagai ruang interaksi sosial, olahraga, sekaligus penggerak UMKM Kota Kediri.
Ruang Publik Kreatif dan berkelanjutan
Judy menambahkan, pengelolaan kawasan JLS Rempi ke depan akan dilakukan lebih terstruktur melalui kelurahan dan panitia khusus. Aspek kebersihan menjadi perhatian utama karena lokasi berada di sekitar area persawahan.
Selain aktivitas UMKM, masyarakat juga didorong menghadirkan berbagai agenda kreatif seperti pertunjukan musik, lomba mewarnai anak, hingga kegiatan komunitas. Upaya ini dilakukan agar ruang publik JLS Rempi Kediri tetap hidup dan tidak monoton.
Inisiatif warga Betet ini menjadi contoh sinergi antara masyarakat dan Pemerintah Kota Kediri. Infrastruktur jalan yang dibangun pemerintah tak hanya meningkatkan konektivitas, tetapi juga membuka peluang tumbuhnya ekonomi lokal berbasis partisipasi warga.

