iniSO.co – Kabar baik bagi pelaku usaha mikro! UMKM Trate Rasa Gresik di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, segera memiliki outlet representatif yang akan difungsikan sebagai etalase produk, pusat promosi, sekaligus ruang edukasi. Kehadiran outlet ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi warga, khususnya UMKM mikro di Kelurahan Trate.
Lokasi outlet UMKM Trate Rasa Gresik tergolong sangat strategis, berada di kawasan padat penduduk, tepatnya di belakang Kantor Kelurahan Trate, Jalan Abdul Karim. Dengan posisi tersebut, potensi kunjungan masyarakat dinilai sangat tinggi.
Lurah Trate, Ruli Budiman, menjelaskan bahwa Trate Rasa dirancang sebagai workshop sekaligus etalase terpadu produk unggulan warga.
“Latar belakangnya sederhana, kami ingin UMKM warga Trate, terutama yang mikro sekali, punya tempat untuk tumbuh. Kondisi ekonomi warga asli Trate memang masih sangat terbatas, sehingga perlu wadah yang bisa menggerakkan,” ujar Ruli, Rabu (4/2/2026).
Pembangunan outlet ini berdiri di atas lahan seluas 186 meter persegi milik Pemerintah Kabupaten Gresik. Menurut Ruli, kehadiran UMKM Trate Rasa Gresik bukan hanya memperkuat ekonomi lokal, tetapi juga mendukung pariwisata berbasis masyarakat.
Seluruh pendanaan pembangunan outlet bersumber 100 persen dari CSR PT Petrokimia Gresik. Kolaborasi ini dinilai sebagai bentuk nyata sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan dunia industri.
“Ini bentuk kolaborasi nyata antara masyarakat, pemerintah, dan dunia industri. Kami sangat mengapresiasi dukungan PT Petrokimia Gresik yang peduli terhadap penguatan ekonomi masyarakat,” ungkap Ruli.
Selain itu, kawasan tersebut juga direncanakan berkembang menjadi sentra usaha terpadu. Koperasi Merah Putih berencana membangun gedung usaha di area yang sama, sementara Karang Taruna akan melanjutkan program “Jajanan Trate” sebagai unit usaha produktif.
Ketua Pokdarwis Sangguru Trate, Muhammad Abdullah Ubaid atau Mamad, mengatakan tahap awal UMKM Trate Rasa Gresik fokus pada produk kuliner. Produk yang dijual meliputi kue basah, jajanan pasar, snack box, nasi box, tumpeng, jajanan polo pendem, paket takjil, hingga parcel.
“Ke depan tidak menutup kemungkinan kami membuka peluang untuk produk crafting dan jasa ekonomi kreatif,” ujar Mamad.
Keanggotaan UMKM Trate Rasa diprioritaskan 100 persen untuk warga Trate, baik pemilik KTP Trate maupun pendatang yang berdomisili di wilayah tersebut. Setiap anggota wajib memiliki NIB dan sertifikasi halal. Pokdarwis siap membantu proses pengurusan bagi pelaku usaha yang belum memiliki dokumen tersebut.
UMKM Trate Rasa Gresik Sudah Terima Pesanan Instansi
Sejak berdiri pada Oktober 2025, UMKM Trate Rasa Gresik telah menerima pesanan dari berbagai instansi pemerintah dan swasta. Hal ini menunjukkan produk warga Trate mulai mendapat kepercayaan pasar.
Selain pemasaran offline melalui katalog dan door to door, promosi juga dilakukan lewat media digital seperti Instagram dan website. Strategi ini diharapkan memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkuat branding Trate sebagai sentra kuliner.
Tak hanya fokus pada usaha kuliner, Pokdarwis Sangguru bersama Koperasi Merah Putih juga mengelola Bank Jelantah sejak Oktober 2025. Program ini menampung minyak jelantah dari penjual gorengan dan rumah tangga.
“Sejak Oktober hingga sekarang setiap bulan kami bisa menampung lebih dari 100 liter minyak jelantah,” kata Mamad.
Program ini mendukung kesadaran lingkungan sekaligus memberi nilai ekonomi tambahan bagi warga.
Dengan hadirnya outlet baru, UMKM Trate Rasa Gresik ditargetkan berkembang menjadi pusat oleh-oleh khas Trate dan destinasi wisata kuliner berkelanjutan. Warga pun diajak untuk saling mendukung agar ekonomi lokal semakin tumbuh dan mandiri.

