ini.SO.co – Bupati Blitar Rijanto menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Blitar dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan pengembangan UMKM saat secara resmi membuka Economic Festival 2026 di Kampung Coklat, Kecamatan Kademangan, Kamis (5/2/2026).
Festival yang digelar selama tiga hari hingga 7 Februari 2026 tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk mendorong UMKM naik kelas sekaligus memperluas jangkauan promosi produk lokal unggulan Kabupaten Blitar.
Rijanto menekankan bahwa UMKM merupakan penopang utama perekonomian daerah. Oleh karena itu, Pemkab Blitar terus membuka ruang promosi, memperluas jejaring pemasaran, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
“UMKM adalah denyut nadi ekonomi masyarakat. Melalui Economic Festival ini, kami ingin memastikan produk-produk lokal Kabupaten Blitar mendapat ruang promosi yang layak dan mampu bersaing, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga regional,” tegas Rijanto.
Politisi PDI Perjuangan itu juga mengapresiasi penyelenggaraan Economic Festival 2026 yang bertepatan dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama (NU). Menurutnya, NU memiliki kontribusi besar dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus mendampingi umat dalam penguatan ekonomi berbasis nilai keagamaan.
“Satu abad Nahdlatul Ulama adalah perjalanan panjang penuh pengabdian. Semoga NU semakin kokoh, semakin luas manfaatnya, dan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun umat dan bangsa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rijanto menilai pemilihan Kampung Coklat sebagai lokasi festival merupakan keputusan yang tepat. Destinasi wisata edukasi unggulan Kabupaten Blitar tersebut dinilai mampu mengintegrasikan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan pengembangan UMKM secara berkelanjutan.
“Kampung Coklat bukan hanya ikon wisata, tetapi juga ruang edukasi dan ekonomi. Saya berharap lokasi ini menjadi contoh bagaimana sektor pariwisata mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar,” harapnya.
Economic Festival 2026 yang diselenggarakan oleh PW NU Jawa Timur menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari bazar UMKM, talkshow ekonomi dan kewirausahaan, hingga Ngaji Bareng. Seluruh rangkaian acara dirancang untuk memperkuat ekonomi masyarakat tanpa meninggalkan nilai spiritual dan kebersamaan.
Pembukaan festival turut dihadiri jajaran pengurus PW NU Jawa Timur, Wakapolres Blitar, para asisten dan kepala perangkat daerah, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Blitar, pimpinan PCNU Kabupaten Blitar, Muspika Kecamatan Kademangan, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Melalui momentum ini, Bupati Rijanto menegaskan bahwa Pemkab Blitar akan terus mendorong sinergi antara pemerintah, organisasi keagamaan, dan masyarakat demi mewujudkan ekonomi daerah yang mandiri, inklusif, dan berkelanjutan.

