iniSO.co – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) Cabang Sumenep terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penyaluran kredit kepada pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sumenep.
Hingga 31 Desember 2025, Bank Jatim Sumenep telah menyalurkan kredit UMKM sebesar Rp151 miliar kepada 988 pelaku UMKM di Kota Keris. Penyaluran kredit ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat sektor ekonomi kerakyatan di wilayah ujung timur Pulau Madura tersebut.
Pemimpin Cabang Bank Jatim Sumenep Bambang Eko Budi Prakoso melalui Penyelia Kredit Mikro Dikki Fajar Kurniawan menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh mendukung peningkatan perekonomian masyarakat melalui pembiayaan UMKM.
“Penyaluran kredit kepada UMKM merupakan salah satu upaya kami untuk ikut andil dalam pengembangan UMKM dan perekonomian di Sumenep,” ujar Dikki, Selasa (10/2/2026).
Pada tahun 2026, Bank Jatim Sumenep menargetkan penyaluran kredit UMKM mencapai Rp177 miliar, atau meningkat sekitar 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Target tersebut sejalan dengan upaya memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
Menurut Dikki, penyaluran kredit ini tidak hanya berfokus pada pembiayaan usaha, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan serapan tenaga kerja dan memperkuat perekonomian daerah.
“Penyaluran kredit ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian daerah di sektor UMKM, memperluas akses pembiayaan, serta mendorong terciptanya lapangan kerja baru,” imbuhnya.
Bank Jatim Sumenep berharap, melalui dukungan pembiayaan yang berkelanjutan, UMKM di Sumenep dapat tumbuh dan berkembang secara lebih profesional dan kompetitif.
“Melalui pengelolaan usaha yang lebih tertib, inovatif, dan berorientasi pasar, UMKM Sumenep diharapkan mampu naik kelas, menciptakan lapangan kerja, serta menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas Dikki.
Tak hanya memberikan kredit usaha, Bank Jatim Sumenep juga melakukan pendampingan kepada para debitur UMKM, mulai dari pengelolaan keuangan hingga pengembangan usaha. Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan keberlanjutan usaha UMKM di Sumenep.

