iniSO.co – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke-167 yang jatuh pada 31 Januari 2026 mengusung tema “Inklusif, Berkelanjutan, dan Tangguh”. Momentum ini dinilai menjadi refleksi penting sekaligus dorongan strategis untuk memperkuat pembangunan daerah yang berpihak pada seluruh lapisan masyarakat, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari Daerah Pemilihan Jawa Timur I (Surabaya–Sidoarjo), Reni Astuti, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo atas berbagai inovasi yang telah dilakukan dalam menggali dan mengembangkan potensi daerah di berbagai sektor.
“Sidoarjo memiliki kekuatan besar pada sektor ekonomi kerakyatan. Inovasi pemerintah daerah dalam mengangkat potensi lokal patut diapresiasi dan harus terus diperkuat,” ujar Reni Astuti.
Reni menyoroti Kawasan Tanggulangin, yang pernah berada pada masa keemasan sebagai sentra UMKM dengan produk unggulan yang menembus pasar nasional hingga internasional. Namun, ia mengakui bahwa aktivitas UMKM di kawasan tersebut sempat mengalami penurunan, terutama akibat pandemi dan minimnya dukungan berkelanjutan.
Dalam rangkaian Tanggulangin Fair 2026 yang digelar Minggu (8/2/2026), Reni Astuti menyempatkan diri mengunjungi sejumlah stan UMKM. Ia berdialog langsung dengan para pelaku usaha, menyerap aspirasi, serta mencoba berbagai produk lokal khas Sidoarjo.
Dari hasil interaksi tersebut, Reni menilai kualitas produk UMKM Tanggulangin memiliki daya saing tinggi dan sangat berpotensi menembus pasar internasional.
“Produk UMKM kita bukan hanya bagus, tetapi juga kompetitif. Ini perlu terus didorong dan difasilitasi oleh pemerintah agar UMKM bisa berkembang lebih pesat dan berkelanjutan,” tegasnya.
Selain dukungan pemerintah, Reni juga mengajak masyarakat Sidoarjo untuk aktif mendukung dan menggunakan produk UMKM lokal. Menurutnya, keberpihakan masyarakat terhadap produk dalam negeri akan memberikan dampak langsung pada penguatan ekonomi keluarga sekaligus pertumbuhan ekonomi daerah.
“Dengan membeli produk UMKM lokal, kita ikut menjaga denyut ekonomi masyarakat. Inilah makna pembangunan yang inklusif, tidak meninggalkan siapa pun,” pungkas Reni.

