iniSO.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan dukungan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terhadap sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berkontribusi besar dalam mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur.
Menurut Khofifah, Bank Jatim memiliki peran strategis sebagai motor penggerak perekonomian daerah. Peran tersebut tidak hanya terbatas pada penyaluran pembiayaan, tetapi juga mencakup pendampingan dan penguatan kapasitas pelaku UMKM agar mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih kuat.
“Bank Jatim memiliki peran penting sebagai motor penggerak perekonomian daerah. Perannya tidak hanya menyalurkan pembiayaan tetapi juga memastikan UMKM naik kelas dan memiliki daya saing,” ujar Khofifah di Surabaya, Rabu.
Khofifah menjelaskan, penguatan sektor UMKM oleh Bank Jatim dilakukan melalui skema pembiayaan yang inklusif serta pendampingan berkelanjutan. Pola pembinaan ini dinilai menjadi pengungkit bagi pelaku UMKM di Jawa Timur untuk lebih kompetitif, memiliki nilai tambah produk, hingga mampu menembus pasar yang lebih luas.
Ia menambahkan, keterlibatan UMKM binaan Bank Jatim dalam berbagai Misi Dagang menjadi indikator keberhasilan pembinaan yang dilakukan secara terintegrasi. Mulai dari akses permodalan, peningkatan kualitas produk, hingga perluasan jaringan pemasaran, seluruhnya dipersiapkan secara matang.
Terlebih, UMKM yang diikutsertakan dalam Misi Dagang bukan sekadar untuk pameran, melainkan telah siap dari sisi produksi, kualitas, dan pasar.
“Ini bukti bahwa peran Bank Jatim dalam mendampingi UMKM benar-benar berdampak,” tegasnya.
Khofifah juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk terus mendorong UMKM dan industri kecil menengah (IKM) naik kelas melalui berbagai program strategis. Program tersebut meliputi pembinaan usaha, fasilitasi pemasaran, penguatan mutu produk, hingga perluasan akses pasar, baik secara luring maupun digital.
Sinergi antara Pemprov Jatim dan Bank Jatim diharapkan mampu mempercepat transformasi UMKM agar semakin adaptif terhadap perkembangan pasar dan teknologi.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menyampaikan optimisme bahwa Bank Jatim akan mampu menjadi Bank Pembangunan Daerah (BPD) nomor satu di Indonesia pada 2030.
“Kami optimistis pada 2030 nanti, Bank Jatim akan mampu menjadi BPD nomor satu di Indonesia pada seluruh parameter,” kata Winardi.
Parameter tersebut mencakup penghimpunan dana pihak ketiga, penyaluran kredit yang berkualitas, pertumbuhan laba, serta penguatan total aset. Dengan fokus pada penguatan UMKM dan pengelolaan bisnis yang sehat, Bank Jatim diyakini mampu memperkuat posisinya sebagai pilar utama perekonomian Jawa Timur.
Dukungan berkelanjutan terhadap UMKM dinilai menjadi kunci penting dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata di seluruh wilayah Jawa Timur.

