iniSO.co – Gedung PKK Jombang mendadak ramai dan penuh semangat, Rabu pagi (11/2/2025). Puluhan pelaku UMKM olahan kue dan roti berkumpul sambil membawa produk andalan masing-masing. Aroma roti hangat yang menguar di ruangan berpadu dengan antusiasme peserta yang serius menyimak materi pelatihan.
Mereka mengikuti Pelatihan Bombing dan Teknis Peningkatan Kualitas Produk yang digelar Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jombang, dengan dukungan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Provinsi Jawa Timur.
Sebanyak 50 peserta yang terbagi dalam 10 kelompok hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai asosiasi UMKM binaan, seperti APKM, KOPPAMI, LIKM, Asosiasi Boga Sejahtera, hingga kelompok PKK. Suasana pelatihan berlangsung interaktif, dengan diskusi dan berbagi pengalaman antar pelaku usaha.
Tak hanya teori, peserta juga mendapatkan materi praktik tentang teknik bombing atau pengembangan adonan, standar higienitas produksi, hingga strategi pengemasan agar produk tampil lebih menarik dan mampu bersaing di pasar modern. Fokus utama pelatihan ini adalah meningkatkan kualitas dan konsistensi produk agar UMKM bisa naik kelas.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jombang, Hari Purnomo, menegaskan bahwa penguatan kapasitas pelaku usaha harus dilakukan secara berkelanjutan.
“Peningkatan kualitas adalah kunci agar UMKM bisa naik kelas. Kami ingin pelaku usaha tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga memahami standar mutu, efisiensi produksi, hingga strategi pemasaran,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan sarana dan prasarana, seperti mesin pengaduk roti dan peralatan produksi lainnya. Bantuan ini diharapkan menjadi pemicu semangat sekaligus meningkatkan produktivitas usaha.
“Semoga bantuan ini menjadi stimulus agar usaha mereka semakin berkembang,” tambahnya.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi, turut memberikan apresiasi terhadap program ini. Menurutnya, pemberdayaan UMKM, khususnya yang digeluti ibu-ibu, memiliki dampak besar terhadap ekonomi keluarga.
“Ketika ibu-ibu memiliki keterampilan dan kualitas produk yang baik, dampaknya bukan hanya pada pendapatan keluarga, tetapi juga pada kepercayaan diri dan kemandirian. PKK siap bersinergi untuk mendorong UMKM Jombang semakin maju dan berdaya saing,” tuturnya.
Senyum sumringah para peserta saat menerima bantuan secara simbolis menjadi gambaran besarnya harapan yang disematkan pada program ini. Melalui pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan, UMKM kue dan roti di Jombang diharapkan tak sekadar bertahan, tetapi mampu berkembang lebih profesional, memperluas pasar, dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

