iniSO.co – Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 membawa berkah besar bagi pelaku UMKM pengolahan rajungan di Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Lonjakan permintaan daging rajungan sejak awal Januari mendorong peningkatan produksi secara signifikan dan mendongkrak omzet harian hingga ratusan juta rupiah.
Permintaan rajungan menjelang Imlek tercatat meningkat hampir dua kali lipat dibanding hari biasa. Kondisi ini membuat para pelaku usaha menaikkan kapasitas produksi demi menjaga kelancaran pasokan ke pasar lokal maupun ekspor.
Di sentra pengepul rajungan Desa Tongas Wetan, aktivitas produksi berlangsung nyaris tanpa henti. Sejak pagi hingga malam, para pekerja tampak sibuk mengupas rajungan rebus dan memilah daging sesuai standar kualitas yang diminta pasar.
Lonjakan permintaan membuat ritme kerja meningkat, terutama untuk memenuhi kebutuhan rajungan kualitas ekspor yang memiliki standar ketat.
Salah satu pelaku usaha rajungan, Mohamad Ridwan, mengatakan pihaknya kini mampu mengolah 4 hingga 5 kuintal rajungan per hari guna memenuhi pesanan menjelang Imlek.
“Permintaan menjelang Imlek naik drastis, hampir dua kali lipat. Untuk kualitas ekspor, harganya bisa mencapai Rp400 ribu per kilogram,” ujar Ridwan, Sabtu (14/2/2026).
Menurutnya, peningkatan volume produksi berdampak langsung pada omzet harian. Dalam satu hari, perputaran uang di usahanya bisa mencapai Rp100 juta hingga Rp500 juta, tergantung jumlah pesanan dan tujuan pengiriman.
Momentum Tahun Baru Imlek 2026 ini tidak hanya menguntungkan pelaku UMKM rajungan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perputaran ekonomi masyarakat pesisir. Sektor perikanan dan pengolahan hasil laut menjadi tumpuan utama warga setempat, mulai dari nelayan, pekerja pengupas, hingga pengepul.
Lonjakan permintaan rajungan diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi peluang berkelanjutan bagi UMKM perikanan di Probolinggo untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

