iniSO.co – Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menyalurkan berbagai bantuan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) saat kegiatan reses di Tambak Osowilangun, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (14/2/2026). Bantuan tersebut diharapkan mampu mendorong pemberdayaan ekonomi warga sekaligus memperkuat pelayanan publik di wilayah perbatasan.
Menurut Yona, kawasan Tambak Osowilangun yang berbatasan langsung dengan Gresik harus mendapatkan perhatian serius agar tidak tertinggal dari sisi pembangunan maupun akses program pemerintah.
“Wilayah perbatasan seperti Tambak Osowilangun ini harus kita pastikan tidak tertinggal, baik dari pelayanan publik maupun akses program pemerintah,” ujar Yona dalam keterangan tertulisnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yona menyerahkan bantuan berupa terop, kursi, dan meja yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan sosial masyarakat, mulai dari pertemuan RT, kegiatan keagamaan, hingga aktivitas kepemudaan. Selain itu, mesin pemotong rumput juga diberikan untuk mendukung kebersihan lingkungan dan menumbuhkan kembali semangat gotong royong warga.
Tak hanya fokus pada aspek sosial, Yona juga memberikan perhatian pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia menyalurkan bantuan senilai Rp5 juta kepada pelaku UMKM untuk pembelian mesin jahit, agar usaha warga semakin produktif dan mampu meningkatkan pendapatan keluarga.
Dalam dialog bersama warga, Yona juga menekankan pentingnya validitas data melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar penyaluran bantuan sosial. Menurutnya, akurasi data menjadi kunci agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
Ia mengimbau masyarakat untuk terbuka dan kooperatif saat proses pendataan berlangsung, serta menerima petugas DTSEN yang melakukan verifikasi lapangan. “Partisipasi aktif warga sangat penting. Dengan data yang sesuai kondisi riil, kebijakan bantuan bisa lebih tepat dan terukur,” tegasnya.
Salah satu penerima bantuan, Lailatul Rahimah, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan. Ia menyebut UMKM jahit di lingkungannya selama ini masih kekurangan fasilitas pendukung produksi.
“Kami punya mesin jahit dan obras, tapi belum punya mesin pembuat lubang kancing. Biasanya harus ke Gresik, satu lubang kancing Rp1.000. Sekarang alhamdulillah bisa dikerjakan di rumah sendiri,” ujarnya.
Lailatul menambahkan, UMKM jahit di lingkungannya beranggotakan empat orang dalam satu RT dan melayani berbagai pesanan, mulai dari seragam hingga permak pakaian. “Bantuan ini sangat membantu usaha kami,” katanya.
Melalui kegiatan reses ini, DPRD Kota Surabaya berharap bantuan UMKM dan penguatan data sosial dapat berjalan beriringan, sehingga pembangunan di wilayah perbatasan Surabaya semakin merata dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat.

