iniSO.co – Pemerintah Pemerintah Kota Surabaya membuka peluang besar bagi penjahit lokal dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk terlibat dalam produksi kerudung Aparatur Sipil Negara (ASN). Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus memperluas pasar UMKM di Surabaya.
Peluang tersebut disampaikan oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemkot Surabaya Anna Fajriatin pada Sabtu (tanggal menyesuaikan). Ia menegaskan bahwa kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang mendorong penggunaan produk lokal guna memperluas akses pasar bagi UMKM nasional.
Menurut Anna, Pemkot Surabaya terus berupaya mengembangkan program padat karya, khususnya di sektor menjahit, dengan menggandeng UMKM dan koperasi. Salah satunya melalui kolaborasi dengan Koperasi Sumber Mulia Barokah (SMB) yang selama ini membina para penjahit lokal.
“Kita perlu menciptakan demand yang jelas agar produk UMKM memiliki kepastian pasar. Kebutuhan kerudung bagi ASN perempuan di lingkungan Pemkot Surabaya bisa menjadi peluang ekonomi baru bagi penjahit lokal,” ujar Anna saat menghadiri acara pembagian Tabungan Hari Raya Koperasi SMB di Surabaya.
Ia menambahkan, dengan adanya kepastian kebutuhan seragam atau atribut ASN, UMKM tidak hanya mendapatkan order berkelanjutan, tetapi juga kesempatan meningkatkan kualitas produksi dan daya saing produk lokal.
Sementara itu, Ketua Koperasi SMB Surabaya Uci Fatimatuzzahro menjelaskan bahwa kegiatan pembagian tabungan hari raya merupakan hasil dari program menabung para penjahit padat karya yang berada di bawah pembinaan koperasi. Dari total 111 penjahit binaan, sebanyak 45 orang aktif menabung dengan total dana yang dibagikan mencapai lebih dari Rp50 juta.
“Ini bukti bahwa penjahit lokal dan UMKM bisa tumbuh jika didukung ekosistem yang tepat, mulai dari koperasi, pemerintah, hingga kepastian pasar,” jelas Uci.
Melalui pelibatan UMKM dalam produksi kerudung ASN, Pemkot Surabaya berharap roda ekonomi masyarakat terus bergerak, lapangan kerja semakin terbuka, dan kesejahteraan pelaku usaha kecil dapat meningkat secara berkelanjutan.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Pemkot Surabaya dalam mendukung produk lokal, memperkuat UMKM, dan menjadikan kebijakan pemerintah sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

