iniSO.co – Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, terus mendorong kegiatan pameran UMKM sebagai salah satu strategi utama memperkuat ekonomi daerah. Pameran tersebut dinilai mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus menjadi ruang tumbuhnya kreativitas dan budaya lokal.
Wakil Wali Kota Kediri K.H. Qowimuddin Thoha menyampaikan bahwa pameran UMKM dapat dikemas dalam bentuk pasar rakyat yang dekat dengan masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini merupakan denyut nadi ekonomi kerakyatan.
“Di sinilah UMKM tumbuh, kreativitas anak-anak muda muncul, dan budaya lokal tampil dengan percaya diri. Ketika stan-stan UMKM berdiri dan pertunjukan seni ditampilkan, sesungguhnya yang dibangun adalah ekosistem ekonomi berbasis masyarakat,” ujarnya di Kediri, Senin.
Wakil Wali Kota yang akrab disapa Gus Qowim itu juga mengapresiasi gelaran Mojoroto Night Culture. Acara tersebut menampilkan berbagai produk UMKM unggulan, pertunjukan campursari, pentas tari, pameran barang antik, hingga pelayanan administrasi kependudukan.
“Lebih dari sekadar festival, ini adalah wujud nyata semangat gotong royong, kreativitas, dan keberanian menghadirkan ruang ekonomi dan budaya di tengah masyarakat,” katanya.
Menurut Gus Qowim, kegiatan seperti pasar rakyat memiliki makna strategis dalam mendukung Kediri City Tourism. Pariwisata, kata dia, bukan hanya soal destinasi, tetapi juga tentang pengalaman, suasana, cerita, dan identitas kota.
Ia mencontohkan sejumlah acara budaya kelas dunia yang telah menjadi ikon pariwisata, seperti Festival Gion Matsuri di Kyoto, Jepang, serta Karnaval Rio di Rio de Janeiro, Brasil.
“Mojoroto pun bisa menjadi ikon, karena kita memiliki potensi luar biasa,” jelasnya.
Wakil Wali Kota Kediri berharap kegiatan pasar rakyat dan pameran UMKM tidak berhenti di tahun 2026, melainkan terus berlanjut dan digelar di wilayah lain. Ia juga mendorong agar acara ini masuk dalam kalender kegiatan tahunan Kota Kediri.
Menurutnya, jika digelar secara konsisten, bukan tidak mungkin masyarakat dari luar daerah akan datang khusus untuk menikmati suasana malam budaya di Mojoroto.
Gus Qowim turut mengingatkan para pelaku UMKM agar terus meningkatkan kualitas produk, menjaga kebersihan, kemasan, serta pelayanan kepada pengunjung. Sementara itu, para seniman dan komunitas budaya diminta untuk tetap semangat berkarya dan berinovasi.
“Pariwisata yang kuat lahir dari masyarakat yang kompak. Mari jadikan ini bukan hanya hiburan, tetapi momentum kebangkitan ekonomi dan identitas budaya Mojoroto,” pungkasnya.

