iniSO.co – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar lebih berani meningkatkan aktivitas ekspor di era pemerintahan Prabowo Subianto.
Menurut Lia, kebijakan kerja sama dagang internasional yang saat ini tengah digalakkan pemerintah menjadi momentum strategis yang tidak boleh disia-siakan oleh pelaku UMKM di daerah.
“Ketika pemerintah membuka peluang kerja sama dagang dengan Eropa, Amerika, dan negara lainnya, UMKM tidak boleh hanya menjadi penonton. Ini saatnya UMKM naik kelas dan berani ekspor,” tegas Lia.
Pernyataan tersebut disampaikan Lia—yang akrab disapa Ning Lia—saat menghadiri grand launching platform Fluence.id di Jatim Expo, Surabaya, Minggu (15/2/2026).
Ia menilai keterbukaan pasar global harus diimbangi dengan kesiapan pelaku usaha, baik dari sisi kualitas produk maupun kemampuan komunikasi bisnis. UMKM, kata Lia, perlu memahami pentingnya branding, storytelling, dan kemampuan negosiasi untuk membangun kepercayaan pasar internasional.
“Produk bagus saja tidak cukup. Harus bisa dikemas dengan cerita yang kuat dan dikomunikasikan secara profesional agar dipercaya pasar global,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Founder Fluence.id, Antok Arifanto, menjelaskan bahwa platform tersebut dirancang sebagai jembatan profesional antara konten kreator dan pelaku usaha.
Fluence.id menghadirkan sistem promosi digital yang transparan dan terukur, dengan anggaran fleksibel mulai dari Rp1 juta hingga tanpa batas.
“Kami ingin menciptakan ekosistem promosi yang berbasis data. UMKM bisa langsung melihat performa iklan melalui dashboard, mulai dari engagement, like, hingga jumlah views. Semua transparan dan bisa dipertanggungjawabkan,” jelas Antok.
Dengan dukungan kebijakan pemerintah, pemanfaatan teknologi digital, serta peningkatan kapasitas komunikasi pelaku usaha, Lia optimistis UMKM Jawa Timur mampu memperluas pangsa pasar hingga tingkat internasional.
Ia menegaskan bahwa era Presiden Prabowo membuka peluang besar bagi UMKM untuk bertransformasi menjadi pemain global.
“Momentum ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. UMKM Jawa Timur harus percaya diri menatap pasar global dan siap bersaing,” pungkas Lia.

