iniSO.co – Memasuki Ramadan 1447 Hijriah atau Ramadan 2026, puluhan pasar takjil digelar di seluruh kecamatan di Banyuwangi. Kegiatan yang dikemas dalam Festival Ngerandu Buko tersebut melibatkan ribuan pelaku UMKM di 78 titik pasar takjil sebagai upaya menggerakkan ekonomi masyarakat arus bawah.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi setiap Ramadan selalu mendukung penyelenggaraan pasar takjil hingga ke tingkat desa. Menurutnya, pasar takjil menjadi momentum penting untuk meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat kecil sekaligus membangkitkan sektor UMKM lokal.
“Di tiap Ramadan kami selalu mendukung digelarnya pasar takjil, karena ini adalah momentum untuk meningkatkan ekonomi arus bawah. Kami sudah minta camat untuk mendukung dan menggelar pasar takjil di tiap kecamatan,” kata Ipuk saat membuka Festival Ngerandu Buko di Pantai Marina Boom, Kamis (19/2/2026).
Ngerandu Buko merupakan istilah dalam bahasa Osing yang berarti menunggu waktu berbuka puasa. Di setiap kecamatan, pasar takjil digelar di dua hingga lima titik untuk memudahkan masyarakat mengakses kebutuhan berbuka sekaligus memperluas peluang usaha bagi pelaku UMKM lokal.
Ipuk menegaskan, meski pemerintah daerah mendukung penuh kegiatan tersebut, aspek ketertiban tetap harus dijaga, terutama terkait kebersihan lingkungan dan kelancaran lalu lintas.
“Kami sangat mendukung digelarnya pasar takjil. Namun, kami minta agar tetap menjaga kebersihan dan kelancaran lalu lintas. Jangan sampai pasar takjil mengganggu arus lalu lintas,” ujarnya.
Untuk wilayah perkotaan, pasar takjil digelar di dua titik utama, yakni Pantai Marina Boom dan Jalan Brigjen Katamso. Khusus di Pantai Marina Boom, pasar takjil Ramadan digelar melalui kerja sama dengan PT Pelindo Properti Indonesia.
General Manager PT Pelindo Properti Indonesia Banyuwangi, Nurilma Septanti, mengatakan selama Festival Ngerandu Buko berlangsung, pengunjung tidak perlu membayar tiket masuk kawasan dan hanya dikenakan biaya parkir kendaraan. Lokasi pasar takjil dinilai menarik karena berada di dekat dermaga kapal yacht, sehingga pengunjung dapat menikmati suasana pantai sambil berburu kuliner berbuka puasa.
“Jadi bisa berburu takjil sambil berwisata menikmati keindahan sunset di Pantai Boom Marina,” ujar Tanti, sapaan akrabnya.
Salah satu pengunjung, Wanda, mengaku senang dengan lokasi pasar takjil di kawasan pantai tersebut. Selain bisa ngabuburit, harga makanan yang dijual juga terjangkau bagi masyarakat.
“Sekalian ngabuburit menikmati pantai. Di sini juga harga makanannya terjangkau,” ujarnya.
Melalui Festival Ngerandu Buko Banyuwangi 2026, pemerintah daerah berharap perputaran ekonomi masyarakat meningkat signifikan selama Ramadan sekaligus memperkuat peran UMKM sebagai penggerak ekonomi daerah.

