iniSO.co – Bea Cukai terus melakukan berbagai upaya pendampingan guna mendorong UMKM naik kelas dan mampu menembus pasar ekspor. Melalui kegiatan asistensi ekspor, pelaku usaha diberikan edukasi mengenai prosedur kepabeanan, pemenuhan dokumen ekspor, hingga pemanfaatan berbagai fasilitas yang dapat membantu menekan biaya logistik dan memperluas akses pasar global.
Pendampingan tersebut dilakukan di berbagai daerah agar semakin banyak UMKM Indonesia mampu memanfaatkan peluang perdagangan internasional.
Di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Bea Cukai Bojonegoro memberikan asistensi kepada CV Jawa Alam Semesta yang berlokasi di Kecamatan Jatirogo.
Pendampingan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai prosedur ekspor serta pemanfaatan fasilitas kepabeanan yang tersedia.
Perusahaan tersebut dinilai memiliki potensi besar sebagai eksportir karena telah secara rutin mengekspor kacang mente mentah kering ke Vietnam. Sejak Januari 2026, ekspor produk tersebut telah dilakukan lebih dari tiga kali.
Pimpinan CV Jawa Alam Semesta, Alex, mengatakan perusahaannya berencana meningkatkan nilai tambah produk agar memiliki daya saing lebih tinggi di pasar global.
“Selain kacang mente mentah, kami juga berencana mengembangkan produk menjadi kacang mente setengah jadi dan siap konsumsi yang memiliki peluang lebih luas di pasar internasional,” ujar Alex.
Namun demikian, rencana pengembangan usaha tersebut sempat tertunda akibat kendala administratif yang membuat pembangunan fasilitas produksi serta pembelian mesin dari luar negeri harus ditunda sementara.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Bojonegoro, Debby Qosim, menyampaikan berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM.
“CV Jawa Alam Semesta sudah kami terbitkan sertifikat UMKM binaan Bea Cukai melalui Portal UMKM Kementerian Keuangan yang dapat dimanfaatkan agar nilai tambah produk lebih kompetitif saat memasuki pasar lokal maupun internasional,” kata Debby Qosim dalam keterangannya, Senin (9/3).
Pendampingan serupa juga dilakukan oleh Bea Cukai Sidoarjo kepada CV Berkah Pangan Nusantara pada Selasa (3/3).
Dalam kegiatan tersebut, tim Bea Cukai memaparkan tata cara dan regulasi ekspor terkini, termasuk alur dokumen serta standar pengiriman barang agar sesuai dengan ketentuan perdagangan internasional.
Perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan makanan, khususnya produk tepung dan bumbu, dinilai memiliki potensi besar untuk memperluas pasar hingga ke luar negeri.
Melalui asistensi tersebut, perusahaan diharapkan dapat segera merealisasikan ekspor perdana sekaligus membawa cita rasa bumbu nusantara ke pasar global.
Sementara itu, Bea Cukai Banjarmasin juga memberikan asistensi ekspor kepada UMKM Nyanyat Foodies pada Kamis (5/3).
UMKM yang memproduksi berbagai makanan ringan khas daerah ini bahkan telah berhasil menembus pasar ekspor hingga Australia.
Pendampingan yang diberikan mencakup edukasi mengenai prosedur kepabeanan, kelengkapan dokumen ekspor, serta dukungan agar pelaku usaha semakin percaya diri memasarkan produk lokal di pasar internasional.
Produk unggulan yang dipasarkan antara lain kentang mustofa, abon ayam, dan olahan ikan patin.
Upaya memperkuat kesiapan UMKM juga dilakukan Bea Cukai Banten melalui program Klinik Ekspor yang digelar di Tangerang Selatan pada Kamis (5/3).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di UMKM Meraki Cipta Rasa, produsen makanan olahan seperti cireng yang telah berhasil menembus pasar Papua Nugini.
Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Banten, Iwan Agung, mengatakan kegiatan ini bertujuan memastikan pelaku usaha siap bersaing di pasar global.
Menurutnya, Bea Cukai juga berperan sebagai mitra strategis UMKM dalam membuka akses pasar ekspor.
“Kami hadir untuk mendampingi pelaku UMKM agar lebih siap menembus pasar ekspor. Kami juga terus mendorong sinergi dengan berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem ekspor yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Iwan Agung.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan, semakin banyak UMKM diharapkan mampu memperluas pasar hingga mancanegara. Selain meningkatkan daya saing produk lokal, ekspor UMKM juga berpotensi membuka lapangan kerja baru serta mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

