iniSO.co – Upaya memperkuat ekosistem kewirausahaan di daerah terus digencarkan melalui berbagai program kolaboratif. Salah satunya melalui gelaran Entrepreneur Hub Finance 2026 yang diselenggarakan di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Jawa Timur.
Kegiatan yang mempertemukan lebih dari 100 entrepreneur, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga wirausaha terkurasi ini bertujuan membuka akses pembiayaan yang lebih luas bagi pelaku usaha. Para peserta juga berkesempatan berinteraksi langsung dengan berbagai lembaga pembiayaan untuk mendapatkan informasi serta peluang pendanaan bagi pengembangan usaha.
Acara tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Batu dan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia. Wali Kota Batu Nurochman secara langsung membuka kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Batu sebagai tuan rumah agenda berskala nasional tersebut.
Menurut Nurochman, penunjukan Kota Batu sebagai lokasi penyelenggaraan bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan ekosistem usaha serta iklim investasi di kota wisata tersebut terus menunjukkan tren positif.
“Terima kasih atas komitmen yang kembali diberikan kepada Kota Batu sebagai kota pertama penyelenggaraan Entrepreneur Hub Finance. Hal ini lahir dari performa luar biasa ekosistem usaha dan investasi daerah,” ujar Nurochman.
Ia memaparkan bahwa realisasi investasi di Kota Batu sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp2,4 triliun. Angka tersebut melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp1,2 triliun atau setara 218 persen dari target. Capaian ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi daerah serta tata kelola pembangunan yang dijalankan pemerintah kota.
Lebih jauh, Nurochman menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga transparansi serta kepastian dalam proses pembiayaan usaha. Ia bahkan membuka ruang komunikasi langsung bagi pelaku usaha apabila mengalami kendala dalam mengakses layanan pendanaan.
“Silakan sampaikan kepada saya apabila terdapat proses yang sudah dijanjikan namun tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, khususnya terkait akses pembiayaan bagi pelaku usaha,” tegasnya.
Sementara itu, Asisten Deputi Perluasan Pembiayaan Wirausaha Kementerian UMKM RI, Ginda P. Siregar, menjelaskan bahwa Entrepreneur Hub Finance merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM di berbagai daerah.
Menurutnya, Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan potensi kewirausahaan yang sangat besar. Di antara berbagai daerah di provinsi tersebut, Kota Batu dinilai memiliki kualitas pelaku UMKM yang kompetitif dan terus berkembang.
“Selain Surabaya, Kota Batu juga menjadi daerah dengan kualitas UMKM yang sangat baik. Bahkan beberapa pelaku usaha di Kota Batu telah mendapatkan pendampingan Hak Kekayaan Intelektual melalui program pemerintah,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa konsistensi pemerintah daerah dalam membangun sektor usaha mikro menjadi salah satu faktor yang membuat Kota Batu tetap diperhitungkan dalam pengembangan kewirausahaan nasional.
“Hal ini menunjukkan Kota Batu tetap konsisten menjadi salah satu pionir pembangunan UMKM di Jawa Timur maupun nasional,” imbuhnya.
Dukungan terhadap penguatan sektor UMKM juga datang dari sektor jasa keuangan. Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen serta Layanan Manajemen Strategis Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Timur, Horas V.M. Tarihoran, menegaskan pihaknya terus mendorong literasi keuangan serta pengawasan terhadap layanan pembiayaan bagi pelaku usaha.
Menurutnya, pelaku UMKM perlu semakin cermat dalam memilih produk pembiayaan agar tidak terjebak dalam skema pendanaan yang berisiko bagi keberlangsungan usaha.
“Kami mengimbau para pelaku usaha untuk lebih berhati-hati dalam memilih produk pembiayaan dan layanan keuangan agar tidak menimbulkan risiko yang dapat menghambat kelancaran usaha di masa mendatang,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan Entrepreneur Hub Finance 2026 di Kota Batu, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku usaha. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperluas akses pembiayaan, meningkatkan kapasitas kewirausahaan, serta mempercepat pertumbuhan UMKM di daerah.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan rasio kewirausahaan nasional menjadi 3,6 persen pada tahun 2029. Dengan dukungan ekosistem yang semakin kuat, UMKM diharapkan tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga semakin tangguh dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

