iniSO.co – Menjelang Hari Raya Idulfitri, suasana yang biasanya ramai di kawasan kuliner Jalan MAN Sumenep justru berubah menjadi sunyi. Pada H-5 Lebaran, Minggu (15/3/2026), sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terlihat duduk menunggu pembeli yang tak kunjung datang.
Kondisi ini cukup mengejutkan bagi para pedagang. Pasalnya, pada tahun-tahun sebelumnya kawasan Jalan MAN Sumenep dikenal sebagai salah satu pusat kuliner yang selalu ramai menjelang waktu berbuka puasa hingga malam hari, terutama saat mendekati Lebaran.
Namun tahun ini suasana berbeda terlihat. Banyak lapak makanan yang tetap buka, tetapi aktivitas jual beli terpantau jauh lebih sepi dibandingkan biasanya.
Sri Wahyuni, salah satu pedagang yang menjual minuman cendol dan bubur ayam di kawasan tersebut, mengaku mulai merasakan penurunan jumlah pembeli sejak dua hari terakhir. Ia mengatakan, pada Ramadan tahun-tahun sebelumnya lapaknya selalu dipadati pembeli sejak sore hari.
“Biasanya sekitar pukul 16.30 sudah ramai sekali, bahkan sering hampir habis. Tapi sekarang justru sepi,” ujar Sri saat ditemui di lapaknya.
Menurut Sri, kondisi Ramadan tahun ini jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan hingga H-1 Lebaran tahun lalu, kawasan tersebut masih dipenuhi pembeli yang berburu takjil dan makanan untuk berbuka puasa.
Ia mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab menurunnya jumlah pengunjung. Pasalnya, dalam beberapa hari terakhir cuaca di wilayah Sumenep terbilang cerah sehingga tidak ada hambatan bagi masyarakat untuk keluar rumah.
“Kalau hujan mungkin bisa dimaklumi karena orang malas keluar untuk jajan, tapi sekarang cuacanya bagus saja,” katanya.
Sepinya pembeli membuat para pedagang mulai merasa khawatir. Sri mengaku sudah menyiapkan bahan makanan sejak pagi hari, sehingga jika dagangannya tidak terjual maka ia harus menanggung kerugian.
Bagi pelaku UMKM kecil seperti dirinya, kerugian tersebut tentu cukup berat karena biaya bahan baku dan tenaga sudah dikeluarkan sejak awal.
“Takutnya makanan tidak habis dan akhirnya terbuang. Kalau begitu kan rugi,” ujarnya.
Jika kondisi ini masih berlanjut hingga beberapa hari ke depan, Sri bahkan berencana untuk sementara menutup lapaknya agar tidak mengalami kerugian lebih besar.
“Kalau besok masih sepi, mungkin saya tutup dulu. Lebih baik istirahat daripada makanan yang sudah dibuat malah terbuang,” ungkapnya.
Meski demikian, para pedagang tetap berharap kondisi ini hanya bersifat sementara. Mereka berharap menjelang Lebaran jumlah pengunjung kembali meningkat sehingga aktivitas ekonomi di kawasan kuliner Jalan MAN Sumenep kembali hidup seperti tahun-tahun sebelumnya.

