iniSO.co – Tim Penggerak PKK Provinsi Bali menargetkan para petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal mampu meraup keuntungan hingga Rp500 juta dari kegiatan Pasar Rakyat Bali yang digelar menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.
Ketua TP PKK Bali, Putri Suastini Koster, mengatakan kegiatan pasar rakyat ini merupakan upaya mendorong perputaran ekonomi masyarakat sekaligus membantu petani dan UMKM memasarkan produk mereka secara langsung kepada konsumen.
“Anggaran PKK untuk program Pasar Rakyat ini kurang lebih Rp140 juta untuk seluruhnya, termasuk tenda dan hiburan. Jadi harapan kami paling tidak pedagang bisa meraup Rp500 juta,” kata Putri Koster di Denpasar, Jumat.
Menurutnya, Pasar Rakyat tersebut digelar tanpa memungut biaya bagi para petani maupun pelaku UMKM yang berpartisipasi. Para penjual justru diundang untuk menjajakan produk dengan harga langsung dari tangan pertama sehingga masyarakat dapat membeli dengan harga lebih murah.
Langkah ini juga diharapkan mampu menekan lonjakan harga kebutuhan pokok yang biasanya terjadi menjelang hari raya besar.
“Penjual di sini gratis, jadi kami harap harga-harga setidaknya satu garis di bawah harga pasar,” ujar Putri Koster.
Ia menambahkan, kegiatan Pasar Rakyat ini banyak dikunjungi masyarakat sejak pagi hari, terutama pegawai Pemerintah Provinsi Bali serta pelajar dari berbagai sekolah yang datang secara bergantian hingga sore hari.
Pasar Rakyat yang digelar di Lapangan Puputan Renon, Denpasar, langsung mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Bahkan dalam beberapa jam sejak dibuka, nilai transaksi yang tercatat sudah mencapai sekitar Rp170 juta.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (PMD Dukcapil) Bali, I Made Dwi Dewata, yang bertindak sebagai fasilitator kegiatan menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan 130 petani dan pelaku UMKM lokal.
Ia menegaskan bahwa proses kurasi dilakukan secara ketat dengan memastikan hanya produk lokal yang boleh dijual di pasar tersebut.
“Kami hanya memilih produk lokal. Bahkan tidak ada produk kemasan dari luar daerah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Bali,” jelasnya.
Berbagai produk yang dijual dalam Pasar Rakyat Bali ini antara lain bahan pangan segar seperti sayur dan buah, aneka kuliner khas, tanaman hias, hingga produk fesyen karya pelaku UMKM lokal.
Menurut Dwi Dewata, masyarakat Bali sebaiknya memanfaatkan kesempatan ini karena produk yang dijual berasal langsung dari petani dan pelaku UMKM dengan kualitas segar serta harga lebih terjangkau.
Melihat antusiasme masyarakat dan dampak ekonomi yang cukup besar, Pemerintah Provinsi Bali berencana memperluas kegiatan Pasar Rakyat ke berbagai kabupaten dan kota.
Bahkan kegiatan ini tidak hanya akan digelar menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, tetapi juga diupayakan menjadi agenda rutin yang melibatkan petani serta UMKM dari berbagai daerah di Bali.
Dengan adanya Pasar Rakyat Bali, diharapkan perekonomian lokal semakin bergerak dan kesejahteraan petani serta pelaku UMKM dapat terus meningkat.

