iniSO.co – Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Pasuruan terus memperluas jangkauan program pemberdayaan masyarakat dengan menyasar penguatan sektor ekonomi kreatif di wilayah Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Melalui kolaborasi strategis bersama Koperasi Wasuka, kedua pihak berkomitmen mentransformasi kegiatan sosial menjadi program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
Kemitraan ini difokuskan pada penguatan kapasitas para perajin di pusat industri rumahan Dusun Warurejo yang selama ini dikenal sebagai sentra produksi kuliner lokal, khususnya Kampung Pia. Program ini diharapkan mampu menjaga identitas wilayah sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro melalui berbagai inovasi pengembangan usaha.
Perwakilan LMI Pasuruan, Sastro Miharjo, menjelaskan bahwa pendampingan yang dilakukan kini tidak lagi sekadar bantuan konsumtif, tetapi diarahkan pada peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat.
“Tahun ini LMI kembali membersamai Koperasi Wasuka sebagai bentuk dukungan agar keberadaan Kampung Pia ini semakin maju dan jaya,” ujarnya.
Menurutnya, konsistensi anggota koperasi dalam menyisihkan dana sosial menjadi modal penting untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Melalui pengelolaan yang tepat, potensi zakat dan infaq dari para pelaku usaha dapat diputar kembali sebagai modal pelatihan dan pemberdayaan bagi warga yang membutuhkan.
Ketua Koperasi Wasuka, Nur Kholifah, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menilai kerja sama dengan LMI Pasuruan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi sekaligus masyarakat sekitar.
“Kami berharap kerja sama ini bisa menghadirkan lebih banyak program pemberdayaan dan pelatihan bagi pelaku usaha mikro, sehingga Kampung Pia benar-benar dikenal luas dan mampu memberikan dampak ekonomi jangka panjang,” katanya.
Ia menambahkan, ke depan koperasi bersama LMI akan mendorong berbagai program pengembangan usaha seperti pelatihan produksi, inovasi produk, hingga penguatan pemasaran bagi para perajin pia di Dusun Warurejo.
Dukungan juga datang dari Kepala Dusun Warurejo, Sutiyan, yang menilai bahwa semangat berbagi para perajin pia perlu didorong dengan pembinaan yang lebih profesional agar skala usaha mereka terus berkembang.
Menurutnya, kolaborasi antara lembaga zakat dan koperasi ini dapat menjadi motor penggerak bagi peningkatan kualitas UMKM di wilayahnya.
“Potensi yang dimiliki para ibu perajin sangat besar. Jika didukung dengan pelatihan dan manajemen usaha yang baik, Kampung Pia bisa berkembang lebih pesat,” ungkapnya.
Transformasi Kampung Pia Warurejo sebagai pusat pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Kabupaten Pasuruan. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, sektor kewirausahaan lokal diharapkan mampu menekan angka kemiskinan serta memperkuat ekonomi masyarakat di Kecamatan Gempol.

